Aku ingat ketika kau ada disini,
membisikkan sebuah kata yang bisa menghadirkan kembali semangatku dikala lelah.
Aku ingat bagaimana wajahmu yang mampu membuatku lupa dengan segala kelelahan
yang ada. Aku ingat bagaimana kita terus mencoba mengusir segala lelah bersama,
menghadirkan semangat itu kembali dengan cara kita yang berbeda dengan mereka. Kau
yang selalu mengingatkanku akan tujuan hidup kita, baik untuk masing-masing
ataupun segala rencana untuk kehidupan yang menjadi tujuan bersama.
Dan sekarang kau pergi. Pergi tanpa
pernah memperdulikanku. Pergi tanpa pernah berniat untuk kembali. Dan ketika
kau pergi, aku mulai tersadar. Tersadar akan artimu untukku. Aku sadar, kau
hanya kau yang mampu menghadirkan semuanya. Semangat yang membara itu, senyum
yang tak pernah punah dan raut wajah yang selalu gembira. Ya, hanya kau yang
mampu menghadirkan semuanya.
Tapi semuanya sudah berlalu.
Semua masih membekas diinggatanku, masih terasa hembusan nafasmu setiap kali
kau mulai membisikkan kata-kata penyemangat untukku. Selalu aku ingat sebuah
senyum kemenangan karena kau berhasil mengalahkan rasa lelah yang hadir.
Bagaimana bisa aku melupakannya, ketika aku masih senantiasa mengunjungi tempat
ini? Perlu waktu yang panjang saat aku harus benar-benar melupakanmu.