Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Tentang 2014 #MEmoryeah2014!

2014 akan segera pergi dan 2015 akan segera datang. Beberapa jam lagi, kita akan menyambut hari yang baru, memulai cerita baru dalam tahun yang baru datang. 2014, selalu akan ada banyak yang teringat saat membicarakannya. 365 hari sudah (hampir) terlewati, sudah banyak cerita yang tersimpan di 8.760 jam. 525.600 menit pernah menjadi saksi bisu sebuah kebahagian dan kesedihan. Dan dalam #MEmoryeah2014! saya bakal cerita sedikit kenangan yang takkan pernah terlupakan;

1.       Kenangan Yogyakarta dalam 2014.

Kalo bicara tentang Yogyakarta pasti akan terhubung dengan mereka, manusia yang pernah menemani saya dalam waktu 3 tahun. Manusia yang akhirnya harus menjalani kesibukan mereka masing-masing.

Malam itu, takkan pernah tergantikan oleh malam-malam lainnya. Seberapa manis malam yang akan terlewati dihari yang akan datang, namun malam itu akan tetap menjadi malam yang berkesan untuk saya, malam yang sudah punya tempat sendiri dalam 2014. Malam yang akhirnya saya sebut sebagai kenangan.

Mungkin maling yang ketangkep, ceritanya...

Selasa, 01 April 2014

Surat Untuk Mantan

Untukmu, Penyemangatku kala lelah, dahulu.

Hai, Mas. Sudah lama tak berkomunikasi denganmu sedikit membuatku canggung untuk menyapamu. Masih berkenankah kau ku panggil dengan sebutanku untuk lelaki lebih tua dalam adat jawa; Mas. Bukan karena kau lebih terlihat tua, namun aku hanya ingin membiasakan diriku memanggil seseorang yang (dahulu aku fikir) akan menjadi imamku. 

Apa kabarmu hari ini dan hari-hari lalu setelah kau mulai menghilang dari pandanganku? Apa kau merasa lebih bahagia setelah tak bersamaku, Mas? Sungguh, aku ingin melihat kau berbahagia, tapi hatiku masih terlalu rapuh untuk menerima kebahagianmu bukanlah denganku. Apa itu salah? Mungkin iya.

Mas, ingatkah kau tentang perbincangan kita tentang “melupakan” di teras rumahku, kala hujan turun? Mungkin itu adalah caramu mengisyaratkan bahwa seharusnya aku bisa melupakanmu, tapi ingatkah apa yang aku jawab kala kau berkata; “Apa yang akan kamu lakukan ketika seseorang telah meninggalkanmu dan melupakanmu? Apa kau akan melupakannya juga?” dengan segala ketidakpahamanku dengan pilihan topic pembicaraanmu, aku hanya menjawab; “Aku mungkin telah dilupakan, namun aku takkan bisa melupakannya layaknya aku dilupakan. Aku hanya meninggalkannya sebagai masa lalu, tak menghapusnya dalam lembaran hidupku”.