Jumat, 06 September 2013

Perasaan Macam Apa ini?


Aku benci, ketika rasa ini hadir. Aku benci ketika aku harus menatap semuanya dengan pandanganku yang tak bersahabat. Aku benci ketika aku harus (kembali) memendam semuanya lagi. Bisakah aku hidup layaknya dahulu? Kala aku masih sibuk dengan mainanku sendiri. Kala aku bisa tertawa sepuasnya sepanjang hari, kala aku hanya menangis karena mainanku diambil oleh teman-temanku. Aku merindukan saat-saat itu. Aku tak mengerti apa yang harus aku perbuat agar semuanya bisa kembali. Konyol memang, berharap semuanya kembali. 

Semuanya datang, dan aku yang harus (selalu) menerimanya sendiri. Memendamnya sendiri, sampai akhirnya semua pergi lagi. Tak ada tempat untuk bercerita, atau mungkin aku yang terlalu menutup diriku. Tak pernah berniat untuk menceritakan segala hal yang aku rasakan.  Mungkin memang aku yang selalu menempatkan diri sebagai pendengar. Semuanya sama, tak pernah berubah. Rasa ini, selalu datang sesukanya. Membuatku kacau. Membuatku tak bersahabat.

Ketika semuanya hadir, aku masih bisa tertawa. Ya, aku bisa tertawa tapi tawaku hanyalah sebagai pelengkap suasana. Nyatanya, aku masih hampa. Aku masih merasa sendirian dikala semua tertawa. Merasa mereka bukanlah teman-temanku. Mereka bukan teman-temanku dikala seperti ini. Hanya sekedar seseorang yang ada dihidupku.

Dan kini, tinggallah aku sendiri  menikmati segala rasa yang tak pernah aku harapkan kehadirannya. Ingin berteriak agar semua mengerti, tapi haruskah aku melakukan semuanya? Mengapa tak mereka yang berusaha untuk mengerti tanpa harus adanya suatu teriakan? Mengapa tak mereka yang mencoba menatapku?

Entah sampai kapan semuanya akan terus begini, tetap tersenyum untuk menutupi hati yang tersakiti. Tetap tertawa, dikala kau ingin menangis. Membiarkan semuanya sesuai dengan apa adanya. Tak pernah berniat untuk mengantikan, atau merubahnya. Entah sampai kapan semua akan tetap seperti ini, berusaha untuk selalu baik-baik saja. Membiarkan dirimu menatap dunia ini dengan pandangan tak bersahaatmu. Mungkin semua akan berakhir saat aku benar-benar 'jengah' dengan posisi nyamanku.

2 komentar:

  1. aku juga ngerasain itu. tapi ya mau gimana lagi? emang udah kejadiannya yang kaya gini =))

    BalasHapus
  2. Iya, cuma bisa menerima dan menjalani yang udah ada:-)

    BalasHapus

Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.