Dia rindu. Percakapan kalian di masa yang telah lalu. Rajukanmu, yang bahkan menurutnya terkadang menyebalkan bisa menjadi sangat merindukan seperti ini. Canda kalian. Cerita kalian, atau ceritamu, karena ia jarang bercerita. Dan, semua yang akhirnya telah menjadi kenangan.
Ini surat pertamaku untukmu. Tak
usah terlalu bingung, aku sahabat kekasihmu, gadis yang saat ini sedang terdiam
di depanku. Bahkan, sejak satu jam setelah ia datang, ia tak kunjung
mengucapkan alasannya ingin bertemu denganku secara tiba-tiba. Ia datang
sendiri, secara tiba-tiba.
Akhirnya, ia mengatakan bahwa ia
sangat merindukanmu. Terlalu aneh memang, karena menurut ceritanya, kalian baru
saja bertemu, tetapi bukan memang seperti itu cinta?