Jumat, 22 Juni 2018

Surat untuk Zalika



Teruntuk Zalika, 

Aku menuliskannya seperti itu, tujuannya hanya untuk memudahkan seseorang yang menemukan surat ini. Jika aku tak menuliskan seperti itu, kemungkinan besar akan dibaca terlebih dahulu dan baru mereka ketahui kepada siapa surat ini aku hendak tujukan. Aku tak ingin orang lain membaca ini sebelum kaumelihatnya. Aku bahkan tak ingin orang lain membaca ini, aku hanya ingin kamu yang membaca ini. Aku hanya ingin kamu yang mengerti suratku.

Zalika,

Jika kamu membaca surat ini, kemungkinan besar aku sudah meninggalkanmu untuk selamanya. Atau kemungkinan kecilnya, aku sedang berada di rumah sakit dengan berbagai alat bantu yang membantuku tetap ada. Lalu, kemungkinan mana yang menyebabkan kamu telah membaca suratku saat ini?

Minggu, 10 Juni 2018

Parak



Penyesalan yang tak kunjung hilang ialah saat aku tak menerima telepon dari seseorang. Penyesalan yang tak kunjung hilang adalah saat aku selalu meninggikan egoisku di atas rasa cinta yang sebenarnya tak pernah hilang sedetikpun. Penyesalan yang tak pernah terlupakan adalah saat dengan bangganya aku tak memedulikannya, tak mengacuhkannya, tak menganggap usahanya sebagai suatu hal yang perlu aku tanggapi.

Empat tahun berlalu. Namun, semuanya masih tetap sama. Aku masih menangis kala malam aku mulai membaca pesan-pesannya, aku masih merindukan tawa yang selalu berusaha menghiburku, dan aku selalu menyesal karna ia pergi tanpa sebuah ucapan cinta yang seharusnya kuucapkan.