Sabtu, 02 Juli 2022

Sahabatku dan Rasa Bimbangnya.

Sudah lama aku tidak menuliskan sesuatu di sini. Hari ini, sahabatku kembali datang dengan wajahnya yang risau. Matanya menerawang entah tentang apa. Setelah beberapa saat ia hanya terduduk tanpa menatapku, ia mulai berkata, “bolehkah aku kembali menyampaikan pesan melalui tulisan di blog-mu?”.

Aku mengangguk dan membiarkan ia menuliskan sendiri apa yang ia rasa. Semoga ini sampai ke kamu. Dan, jika kamu merasa sahabatku menuliskan ini untukmu, maka jangan sungkan untuk menyapanya lagi. Selamat membaca surat yang—aku pun—tak  tahu untuk siapa.

Halo, untuk kamu, yang sudah lama tak aku jumpai. Sekitar sembilan atau sepuluh tahun sejak terakhir kita bertemu sepertinya.

Apa kabar? Aku lihat hidupmu semakin berkembang setiap saatnya. Berbeda sejak kita terakhir kali bertemu, bahkan tak pernah terpikirkan kamu akan menjadi seperti saat ini. Aku bahagia melihatmu, meski hanya dari sosial media-mu.