2014 akan segera pergi dan 2015
akan segera datang. Beberapa jam lagi, kita akan menyambut hari yang baru,
memulai cerita baru dalam tahun yang baru datang. 2014, selalu akan ada banyak
yang teringat saat membicarakannya. 365 hari sudah (hampir) terlewati, sudah
banyak cerita yang tersimpan di 8.760 jam. 525.600 menit pernah menjadi saksi
bisu sebuah kebahagian dan kesedihan. Dan dalam #MEmoryeah2014! saya bakal
cerita sedikit kenangan yang takkan pernah terlupakan;
1. Kenangan Yogyakarta dalam 2014.
Kalo bicara tentang Yogyakarta pasti akan terhubung
dengan mereka, manusia yang pernah menemani saya dalam waktu 3 tahun. Manusia
yang akhirnya harus menjalani kesibukan mereka masing-masing.
Malam itu, takkan pernah tergantikan oleh malam-malam
lainnya. Seberapa manis malam yang akan terlewati dihari yang akan datang, namun
malam itu akan tetap menjadi malam yang berkesan untuk saya, malam yang sudah
punya tempat sendiri dalam 2014. Malam yang akhirnya saya sebut sebagai
kenangan.
![]() |
| Mungkin maling yang ketangkep, ceritanya... |
| Kita lagi berlayar, kapten! |
Rasa capek dan lelah ternyata tak menghalangi kami untuk menciptakan kenangan tersendiri. Tidak ada yang tahu apa maksud dari
kelakuan kami, tapi yang kami tahu, hanya sebuah kebahagian sederhana yang tak
pernah terganti.
Setelah puas melakukan hal-hal konyol, kami tidur
dengan pulas, saking pulasnya kami kesiangan di esok harinya. Jadilah kami
menjadi tak karuan, melakukan segala hal dengan cepat-cepat, dan akhirnya kami
tidak sempat bersarapan.
Besoknya, kami tidak lagi kesiangan. Alarm handphone
Ira berhasil membangunkan saya dari tidur malam yang cukup nyenyak. Setelah
rapi, kami bergegas ke lantai 2 untuk menyantap sarapan pagi kami. Setelah
merasa perut kami terisi dengan penuh, kami kembali ke kamar kami untuk mengambil
koper lagi. Kami sempat memperbincangkan berbagai hal yang menurut kami menarik
untuk diperbincangkan, setelahnya kami sudah mengeluarkan koper-koper kami
satu-persatu, tapi masih tak ingin terburu-buru turun menuju bus. Kami masih
betah berada dikamar, kami tidak ingin membiarkan hari terakhir ini berlalu
begitu saja. Jadilah, kami kembali ingin mengukir kenangan dengan kejailan kami
yang akhirnya membuat kami kembali tertawa. Ira ingin ke WC, kami dengan cepat
mengeluarkan koper milik kami semua kecuali milik Ira. Setelahnya saya beraksi,
berpura-pura menerima telepon dari teman yang sudah menunggu kami di bus. Tapi,
masih tak ada respon dari Ira. Zaida pun mulai berteriak, “Ra, gue duluan ya.”
Ira terdengar panik, “Zai, jangan….. Tungguin, Zai…..”
Kita diam.
“Zai…… Ah, tungguin Zai…..” Katanya lagi, semakin
berteriak-teriak.
Kita keluar, pintu kamar kita kunci. Dan jadilah Ira
semakin berteriak-teriak. Tak peduli dengan keadaan sekitar, dia masih sibuk
berteriak-teriak meminta tolong. Setelah kami merasa cukup puas, Zaida membuka
pintu kamar, Ira hanya kaget dengan ekspresi yang membuat kami terbahak-bahak.
Takkan ada yang mungkin melupakan itu, bagaimana ingin
lupa jika saat mengingatnya saja saya masih tertawa sendiri?
2.
Dia yang pergi di beberapa bulan terakhir 2014.
9 Oktober 2014 adalah hari dimana saya benar-benar
merasa kehilangan. Dia; perempuan yang saya anggap menjadi wanita terhebat
setelah Ibu saya, kini sudah pergi; Nenek. Nenek yang sudah merawat saya sejak lahir, 18 tahun
bersamanya membuat kehilangan begitu terasa. Banyak hal diakhir-akhir sebelum
kepergiannya, yang kami lakukan bersama. Banyak hal yang masih ingin saya
lakukan bersamanya, menemaninya pergi ke Yogyakarta-Borobudur bersama,
menghabiskan malam tahun baru bersamanya di Yogyakarta dan Borobudur di tahun
yang bergantian, meski tak ada kegiatan, tapi tahun baru bersamanya cukup
membuatku rindu.
Ia sudah pergi, meninggalkan saat-saat bersama menjadi
kenangan. Ia pergi dengan senyumannya yang terakhir, membuat kami harus
merelakannya, ia tak sedih, ia tak harus merasakan sakit lagi, lalu mengapa
kami menangisinya yang pergi dengan senyuman? Selamat jalan, Mbah. Meski tahun
berganti dan kau sudah tiada, kau tetap dihati kami. Takkan ada yang lupa akan
tanggal ini, tanggal dimana kami kehilangan sosok perempuan hebat.
Dua hal diatas adalah kenangan yang mewakili saya saat
bicara 2014. Tentang kebahagian dan kesedihan yang akhirnya berujung
perpisahan. Masih banyak yang tersimpan dalam 2014 dan mereka [re: kenangan]
takkan tergeserkan oleh peristiwa lainnya, tetap dihati.
Terimakasih 2014, untuk semuanya. Selamat jalan. Dan
selamat datang hari baru, tahun 2015!!!



Turut berduka ya, semoga beliau diberikan tempat yang baik di sisiNya.
BalasHapusWah kayaknya asik banget itu gila-gilaannya XD Temen kosnya super gila semua ahaha
Aamiin terima kasih, kak:-) Iya, mereka super gila dan berkesan, kak!;;)
Hapus