Selasa, 12 November 2013

Selamat Hari Ayah Nasional!♥

Selamat Hari Ayah Nasional untuk seluruh Ayah-Ayah yang hebat dan khususnya untuk Ayah gue yang hebat.


Berhubung kemarin adalah Hari Ayah Nasional. Maka, gue mau certain sedikit tentang bokap gue. Yang pertama-tama, gue mau ngucapin SELAMAT HARI AYAH NASIONAL, yah. KAMI SAYANG BANGET SAMA AYAH.


Lelaki yang lahir pada tanggal 14 Agustus (gue ngga pernah apal tahun lahir ortu)*anak durhaka kamu, Fan!* ini bernama Bapak Agus Saripudin. Lelaki yang menikahi ibu gue sejak 18tahun yang lalu ini bukanlah seorang yang terlahir dengan harta yang berlimpah. Lahir disebuah desa di Jawa Tengah, dan harus rela ditinggal pergi Ibunya sejak kecil karena meninggal, membuat dia harus mandiri. Anak terakhir diantara saudara-saudara perempuannya yang lain tidak membuat dia besar dengan sikap kelemar-kelemer *Fan, itu bahasa apaaaaa?*


Lelaki ini selalu rajin membaca Koran dan menonton berita dikala libur atau pulang kerja. Lelaki yang rela menghemat jam tidurnya untuk mencari nafkah untuk kami (anak dan istri) yang ia sayangi. Ayah selalu rela menahan rasa kantuknya demi menunggu anak perempuannya ini pulang. Ayah yang selalu mengirim pesan ketika anak-anaknya belum kunjung tiba dirumah seperti jam biasanya. Ayah yang selalu rela mengantar dan menjemput kemanapun dan dimanapun. Ayah, tak pernah mengeluh saat lama menungguku ditempat yang aku minta untuk menjemputku, seberapa lamapun itu. Ia hanya mengabariku bahwa ia sedang menungguku dan tak pernah aku lihat raut kesal saat itu. Selalu rela menyisakan seberapa gajinya untuk kesenangan anak-anaknya, meski tak mudah mendapatkan itu.


Ia selalu berusaha bersikap adil kepada kedua anaknya yang tak pernah ada habisnya meminta ini itu. Meski begitu, kami masih saja merebutkan beberapa hal dan membuatnya sedih. Ya, terlahir sebagai saudara kembar terkadang membuat rasa iri di diri kami tak bisa terelakkan. 


Ayah. Kami memang jarang mengucapkannya. Tapi, percayalah tak ada lelaki yang lebih hebat didalam hidup kami selain dirimu. Seberapa banyak pun lelaki yang ada dihidupku, hanya dirimu yang paling berarti dan nomor satu. Kau tetap lelaki prioritasku. 


Ayah. Kami memang jarang mengucapkannya. Tapi ketahuiah, kami bangga akan sosokmu. Izinkan aku mengucapkan terimakasih atas segala jerih payahmu. Percayalah, keringatmu yang menetes demi sesuap nasi untuk kami.

 Ayah ibu


Ayah. Kami sayang padamu. Kami bersyukur menjadi bagian dalam hidupmu. Maaf jika aku belum menjadi yang terbaik untukmu. Tapi aku berjanji, semua takkan sia-sia. Akan ku hadirkan senyum kebanggaan diwajahmu dengan hasilku kelak. Love you, My Superhero

3 komentar:

  1. sama aku juga anak durhaka durjana ga inget bapakku *loh*

    iya sosok ayah itu kuat karena pekerja keras.. tapi pas sakit suka miris liatnya pengen meluk~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama bangeeet. Paling ga tega kalo ngeliat ayah sakit.

      Hapus
  2. Bagaikan bumi yang gersang menantikan hujan dari angkasa, demikianlah Ibunda merindukan Kasih Sang Ayah agar terlahirlah kehidupan baru yakni kita Sang Anak. Ayah adalah “pencipta” kita dari daging dan darah serta nafasnya yang tertumpah di taman Ibunda. Selamat Hari Ayah 12 November

    BalasHapus

Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.