Selamat Hari
Ayah Nasional untuk seluruh Ayah-Ayah yang hebat dan khususnya untuk Ayah gue
yang hebat.
Berhubung
kemarin adalah Hari Ayah Nasional. Maka, gue mau certain sedikit tentang bokap
gue. Yang pertama-tama, gue mau ngucapin SELAMAT
HARI AYAH NASIONAL, yah. KAMI SAYANG BANGET SAMA AYAH.
Lelaki yang
lahir pada tanggal 14 Agustus (gue ngga pernah apal tahun lahir ortu)*anak durhaka kamu, Fan!* ini bernama
Bapak Agus Saripudin. Lelaki yang menikahi ibu gue sejak 18tahun yang lalu ini
bukanlah seorang yang terlahir dengan harta yang berlimpah. Lahir disebuah desa
di Jawa Tengah, dan harus rela ditinggal pergi Ibunya sejak kecil karena
meninggal, membuat dia harus mandiri. Anak terakhir diantara saudara-saudara
perempuannya yang lain tidak membuat dia besar dengan sikap kelemar-kelemer *Fan, itu bahasa apaaaaa?*
Lelaki ini
selalu rajin membaca Koran dan menonton berita dikala libur atau pulang kerja.
Lelaki yang rela menghemat jam tidurnya untuk mencari nafkah untuk kami (anak
dan istri) yang ia sayangi. Ayah selalu rela menahan rasa kantuknya demi menunggu
anak perempuannya ini pulang. Ayah yang selalu mengirim pesan ketika
anak-anaknya belum kunjung tiba dirumah seperti jam biasanya. Ayah yang selalu
rela mengantar dan menjemput kemanapun dan dimanapun. Ayah, tak pernah mengeluh
saat lama menungguku ditempat yang aku minta untuk menjemputku, seberapa
lamapun itu. Ia hanya mengabariku bahwa ia sedang menungguku dan tak pernah aku
lihat raut kesal saat itu. Selalu rela menyisakan seberapa gajinya untuk
kesenangan anak-anaknya, meski tak mudah mendapatkan itu.
Ia selalu
berusaha bersikap adil kepada kedua anaknya yang tak pernah ada habisnya meminta
ini itu. Meski begitu, kami masih saja merebutkan beberapa hal dan
membuatnya sedih. Ya, terlahir sebagai saudara kembar terkadang membuat rasa
iri di diri kami tak bisa terelakkan.
Ayah. Kami memang
jarang mengucapkannya. Tapi, percayalah tak ada lelaki yang lebih hebat didalam
hidup kami selain dirimu. Seberapa banyak pun lelaki yang ada dihidupku, hanya
dirimu yang paling berarti dan nomor satu. Kau tetap lelaki prioritasku.
Ayah. Kami memang
jarang mengucapkannya. Tapi ketahuiah, kami bangga akan sosokmu. Izinkan aku
mengucapkan terimakasih atas segala jerih payahmu. Percayalah, keringatmu yang
menetes demi sesuap nasi untuk kami.
Ayah ibu


sama aku juga anak durhaka durjana ga inget bapakku *loh*
BalasHapusiya sosok ayah itu kuat karena pekerja keras.. tapi pas sakit suka miris liatnya pengen meluk~
Sama bangeeet. Paling ga tega kalo ngeliat ayah sakit.
HapusBagaikan bumi yang gersang menantikan hujan dari angkasa, demikianlah Ibunda merindukan Kasih Sang Ayah agar terlahirlah kehidupan baru yakni kita Sang Anak. Ayah adalah “pencipta” kita dari daging dan darah serta nafasnya yang tertumpah di taman Ibunda. Selamat Hari Ayah 12 November
BalasHapus