Kenangan dalam 2013, tidak
terlalu banyak yang aku ingat. Tapi, nyatanya kenangan (kamu) akan menjadi
kenangan yang selalu hangat dipikiranku. 2013 adalah saat yang mulai membuat
hatiku tak menentu. Tentang kamu menjadi sangat menggangguku ditahun 2013. Aku
masih ingat ketika kau mulai menghilang dan aku menjadi kacau, aku masih ingat
ketika aku mulai jengah dengan diamku
dan akhirnya meminta temanku untuk mengatakan yang sebenarnya. Tapi, itu tidak
terjadi, keadaan seakan mencegahku untuk melakukan itu. Ya, mungkin Tuhan punya
alasan kenapa lebih membiarkan aku menyimpan rasa ini sendiri.
Jika kita bicara tentang kenangan
2013, semua akan kembali kepada sesuatu yang menyangkut tentang kamu. Kenangan yang
dulunya membuatku menjadi senang dan sedih. Kenangan yang sering menghadirkan
perasaan tak menentu disetiap malam. Kenangan saat aku sibuk mengecek timeline
dan status social media-mu. Kenangan saat aku memperhatikanmu dalam diam,
kenangan saat aku menunggumu dalam diam, kenangan saat aku memperhatikan tawamu
dalam diam, kenangan saat aku mulai gugup saat mata kita bertemu, dan saat aku
mulai tak suka mendengar kabar tak menyenangkan tentangmu.
Ketika kita bicara tentang
kenangan 2013, maka aku akan mengingat tentangmu. Kegiatanmu, wajahmu,
senyummu, cara tertawamu, dan Plat nomor kendaraanmu, lucu memang ketika aku
mulai hafal No. Polisi kendaraanmu dengan tidak disengaja. Memperhatikan
kendaraanmu di tempat parkir saat aku mulai datang, hanya untuk memastikan kau
sudah ada disekolah terlebih dahulu.
Dan, ketika 2013 sudah mulai
berlalu. Izinkan aku menghilangkan rasa yang ku pendam selama 3tahun terakhir
ini. Izinkan aku menjalani rutinitas awalku. Izinkan aku meninggalkan segala
hal tentangmu. Tidak, aku tidak menghapus tentangmu, hanya saja aku membiarkan
segala hal tentang kamu tersimpan rapi dalam lembaran 2013. Biarkan tetap ada
menjadi kenangan, takkan pernah ku hapus tak juga aku sentuh untuk kembali.
Di 2014 ini, aku ingin menjadi aku yang dahulu. Ya, aku yang
dahulu sebelum mengenalmu. Aku ingin menumbuhkan semangatku kembali. Aku ingin
menjadi aku yang hanya terpaku oleh target-targetku. Dan kini, biarkan aku
sendiri. Jangan ganggu aku dengan segala hal tentangmu lagi. Berbahagialah dengan
kehidupanmu dan izinkan aku bahagia dengan kehidupanku, tanpamu, tanpa kenangan
tentangmu. Ya aku harus bahagia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.