![]() |
| Sumber Gambar |
Ciant berlari keluar kelas dengan
terburu-buru, beberapa temannya ia suruh menyingkir agar tidak tertabrak
olehnya. Dengan langkah cepat ia menyusuri lorong-lorong kelas yang masih
dipenuhi dengan murid-murid lain. Ia terus mempercepat langkahnya. Akhir-akhir
ini, ia tidak terlalu memperdulikan orang yang mencibirnya karena langkah
cepatnya. Dan sampailah dia ditempat yang dituju. Tempat yang sudah seminggu
ini menjadi tempat mengasyikkan saat pulang sekolah, gerbang sekolah. Berdiri
mematung memperhatikan setiap siswa yang keluar dari sekolah yang berada
disebelahnya.
“Hai, Ciant. Lagi nungguin doi
muncul lagi?” Kata seorang perempuan teman sekelasnya.
Ciant hanya tertawa.
Seseorang yang ia tunggu,
akhirnya muncul dengan motornya. Mengenakan helm berwarna merah dan sweater
abu-abu favoritnya, ah ini hanya pendapat Ciant. Laki-laki yang berada diantara
teman-temannya itu cukup menarik perhatiannya, sesekali ia tertawa dengan
lesung pipi yang ada di kedua sisinya. Ciant masih menatapnya dari jauh.
“Kalo kaya gini doang, mana dia
tahu, Ant?” Seorang perempuan sudah berada disampingnya, Selly, sahabatnya
sejak beberapa tahun yang lalu.
“Ya mau kaya gimana lagi?” Ciant
sudah mulai memalingkan wajahnya. Laki-laki yang sedari tadi ia tatap, mulai
merasa di perhatikan. Sesekali ia menatap kearah Ciant, hanya untuk memastikan
apakah Ciant masih menatapnya.

