Senin, 17 Maret 2014

Lelaki di Sekolah Sebelah.

Sumber Gambar
Ciant berlari keluar kelas dengan terburu-buru, beberapa temannya ia suruh menyingkir agar tidak tertabrak olehnya. Dengan langkah cepat ia menyusuri lorong-lorong kelas yang masih dipenuhi dengan murid-murid lain. Ia terus mempercepat langkahnya. Akhir-akhir ini, ia tidak terlalu memperdulikan orang yang mencibirnya karena langkah cepatnya. Dan sampailah dia ditempat yang dituju. Tempat yang sudah seminggu ini menjadi tempat mengasyikkan saat pulang sekolah, gerbang sekolah. Berdiri mematung memperhatikan setiap siswa yang keluar dari sekolah yang berada disebelahnya. 

“Hai, Ciant. Lagi nungguin doi muncul lagi?” Kata seorang perempuan teman sekelasnya.

Ciant hanya tertawa.

Seseorang yang ia tunggu, akhirnya muncul dengan motornya. Mengenakan helm berwarna merah dan sweater abu-abu favoritnya, ah ini hanya pendapat Ciant. Laki-laki yang berada diantara teman-temannya itu cukup menarik perhatiannya, sesekali ia tertawa dengan lesung pipi yang ada di kedua sisinya. Ciant masih menatapnya dari jauh.

“Kalo kaya gini doang, mana dia tahu, Ant?” Seorang perempuan sudah berada disampingnya, Selly, sahabatnya sejak beberapa tahun yang lalu.

“Ya mau kaya gimana lagi?” Ciant sudah mulai memalingkan wajahnya. Laki-laki yang sedari tadi ia tatap, mulai merasa di perhatikan. Sesekali ia menatap kearah Ciant, hanya untuk memastikan apakah Ciant masih menatapnya.

Sabtu, 15 Maret 2014

Surat Untukmu "Pengumbar Kata Manis"

Hai.


Apa kabarmu? Bagaimana harimu? Menyenangkan atau menyedihkan? Aku berharap kau mendapatkan hari-hari yang menyenangkan. Lalu masih senangkah kau mengumbar kata-kata manismu kepada banyak wanita? Pesanku untukmu, janganlah terlalu banyak mengumbar kata-kata manismu lagi, percayalah itu menyakitkan untuk mereka (wanita yang kau beri kata-kata manismu), mungkin aku termasuk kedalamnya. Aku fikir iya.

Aku tidak mengerti mengapa akhir-akhir aku menjadi seperti ini. Akhir-akhir ini, kau terlalu sibuk mengganggu fikiranku dikala aku istirahat. Dan kau harus tahu, aku menjadi sangat tak menentu saat kau mulai hadir. Pipiku merona ketika namamu terdengar. Kata-katamu masih senantiasa mengiang-ngiang difikiranku. Adakah cara untuk menghilangkannya? Beritahu aku, jika memang ada.