Rabu, 22 September 2010
Aku tidak pernah tahu mengapa dia
selalu hadir kala malam mataku ingin terpejam, aku tidak pernah tahu mengapa
selalu aku rasakan rindu yang tak bisa aku kendalikan saat ia tak ada
dihadapanku, aku tidak pernah tahu mengapa aku menjadi sering menyebut namanya
akhir-akhir ini, aku tidak pernah tahu mengapa pipiku menjadi merona kala kami
bertatap muka. Apa ini yang disebut dengan jatuh cinta?
Lelaki itu bernama Rio, sosok
yang sangat dikagumi oleh perempuan se-antreo sekolah. Lelaki yang menjadi
langganan untuk surat cinta terbanyak sepanjang tiga tahun sekolah di SMA Budi
Perkesa. Menjadi salah satu pemain terbaik tim futsal sekolah-lah yang akhirnya
menjadikannya se-terkenal ini di kalangan perempuan-perempuan.
“Lu kan belum kenal sama dia,
kalo paling cuma papasan di koridor
kelas. Terus apa yang buat lu suka sama dia?” Sheena yang berada disebelahku
ikut menatap kearah Rio yang berada diantara teman-temannya—yang tak kalah
keren.