Sin hanya memandangi telepon
genggam miliknya, matanya was-was memperhatikan layar hitam yang sedari tadi
tak menyala. Beberapa kali, led merahnya menyala, pesan atau chat bbm mulai
menghampiri handphone, tapi beberapa menit setelahnya ia hanya meletakkan
handphonenya kembali dengan hembusan nafas yang terdengar lelah. Bukan pesan
atau bbm yang ia tunggu.
Ia menghempaskan tubuhnya diatas
kasur miliknya, dadanya seketika menjadi sesak. Air wajahnya mendadak menjadi
berubah, tak ada senyum manis miliknya, matanya menatap lurus, kosong
pandangannya. Beberapa menit selanjutnya, air matanya menetes begitu saja.
Hari ini, semuanya datang lagi,
perasaan yang ia tidak tahu apa, perasaan yang tak pernah bisa ia ceritakan
kepada teman-temannya, perasaan yang akhirnya selalu membuatnya menangis,
perasaan yang selalu ia simpan sendiri, tak membaginya kepada yang lain karena
tak pernah tahu cara memulai untuk membaginya. Perasaan yang selalu menghilang
saat ia bersama teman-temannya dan perasaan yang selalu datang saat semuanya
sudah tak bersamanya.
“Aku benci seperti ini.” Katanya
dalam isak tangisnya.
***