Aku telah mengenalnya sejak dulu,
jauh sebelum kau mengenalnya ataupun lelaki sebelumnya mengenalnya, bahkan
sebelum ia mulai bersahabat dengan yang lain, aku sudah mulai menawarkan diriku
untuk bersahabat dengannya. Kami mulai bersahabat, kami mulai membantu dan
saling menguatkan satu dengan yang lain. Kami saling membutuhkan dan kami tahu
itu.
Dia, perempuan –yang kini
mulai—periang, namun masih menyimpan perasaannya sendiri. Dia, perempuan yang
tak pernah membagi airmatanya dengan yang lain. Tak semua cerita yang ia punya,
ia bagi, ia hanya membaginya kala ia fikir pantas untuk dibagi. Dan selebihnya
ia simpan rapat-rapat, terlebih cerita yang menyangkut perasaannya. Aku tidak
tahu bagaimana bisa, dia selalu menyimpan segala perasaan yang mengganjal
hatinya. Aku tidak pernah tahu ia belajar darimana, menyimpan semua perasaannya
untuk orang yang ia cinta. Tak mengutarakannya, bahkan memberitahu
sekelilingnya pun tidak.