“Boneka ini milikku….” Kataku
setengah berteriak.
“Aku hanya ingin pinjam.”
Belanya, seakan ingin membenarkan perbuatannya yang telah mengambil boneka
milikku tanpa izin.
“Berikan saja, dia hanya ingin
meminjamnya, Kyl.” Aku menengok ke sumber suara, suara yang sudah tak
pernah lagi aku dengar sejak 6 tahun yang lalu. Suara yang sangat aku rindukan.
“Mama……” Aku berhambur ke dalam
pelukan Mama, tak lagi memperdulikan boneka yang kini Dysna bawa pergi.
Aku memeluknya, erat sekali. Aku
tak ingin melepaskannya sedetik pun seakan pertanda aku tak ingin lagi
kehilangannya. Perempuan dengan aroma tubuh yang masih sama ini membalas
pelukanku seakan merasakan rindu yang sama dan mendambakan pertemuan ini sejak
lama.
“Umurmu 20 tahun kan?” Tanyanya
saat kami mulai duduk bersama dibawah pohon yang rindang.