Sabtu, 27 Juli 2013

Cappucino - Pelabuhan Rapuh



Tak mengapa jika aku belum bisa
Bersamamu di saat hatimu terluka
Tak mengapa jika aku belum bisa
Bersamamu di saat ragamu tak berdaya


Jalanilah kisahmu meski tak denganku
Usah kau pedulikan aku
Ku hanya sebagai pelabuhan rapuhmu

Dan bila esok kau terluka lagi, kembali padaku
Ku akan tetap menjagamu
Meski hatimu takkan pernah untukku ooh

Kelak kau mampu tuk berdiri
Berlari ke dalam pelukannya, tinggalkan aku

Jalanilah wooo meski tak denganku
Usah kau pedulikan aku
Ku hanya sebagai pelabuhan rapuhmu

Dan bila esok kau terluka lagi, kembali padaku
Ku akan tetap menjagamu
Meski hatimu takkan pernah untukku ooh

Tak mengapa jika aku hanya mendapatkan sisa hidupmu

Sabtu, 20 Juli 2013

Menghilanglah sejenak.


Saat aku tak lagi mampu menghilangkan segala rasa untukmu. Saat aku tak lagi mampu menampikkan bayangmu dihadapanku. Saat aku tak lagi mampu mencoba tak mendengar suara indahmu. Saat mataku tak lagi mampu menepis tawa santaimu. Saat hati tak lagi bisa aku ajak kompromi. Dan saat otakku tetap merekam segala kegiatanmu, maka menghilanglah sejenak.

Menghilanglah meski itu akan menyakitkanku. Menghilanglah dan jangan kembali sampai rasa ini benar-benar tiada. Menghilanglah dengan segala keramahanmu. Menghilanglah dengan pesonamu yang menawan. Menghilanglah kasih, beri aku waktu untuk melupakanmu. Beri aku waktu untuk melenyapkan segala rasa untukmu.

Semuanya tidak mudah untukku, ketika aku harus terus berhadapan denganmu. Menepiskan segala rasa yang besar bukan hal yang mudah untuk aku lakukan. Semuanya dengan mudah kembali dan menyiksaku, jika kau masih disini.

Pergilah dan jangan pernah kembali, jika rasa ini memang tak pernah pudar untukmu. Pergilah. Pergilah. Jangan buat aku semakin tak berdaya dengan segala rasa yang tak terucap ini. Pergilah, jika hatimu memang hanya untuknya. Pergilah, jika memang tak pernah kau anggap aku istimewa. Pergilah.

Senin, 15 Juli 2013

Hal Yang Harus Disiapin Buat Mos.


Dalam Postingan kali ini, gue ajukan buat kaka-kaka osis yang bakal mengadakan mos, terutama untuk para pendamping kelas nantinya, Nah disini bakal gue bahas! Sesuai pengetahuan-pengetahuan yang gue pas pertama kali ikut OSIS dan langsung ditunjuk jadi pendamping kelas, hal-hal yang harus kalian siapin adalah sebagai berikut:

1.       Mental.
Nah, untuk yang ini harus, kudu, wajib. Jangan langsung ciut pas tahu gimana adik-adik kelas yang bakal lo dampingin nantinya. Banyak berdoa mungkin akan menambah ketebalan mental kalian, guys. Semoga!

2.       Bahan untuk perkenalan diri.
Ini penting loh. Salah satu hal yang fatal kalo dilupain. Ini bakal bikin kalian nggak dikenal sama adik-adik kelasnya dan adik kelas bingung sendiri harus manggil apa. Secara, kalo cuma ‘kak’ itu pasaran banget coy, semua orang juga bakal nengok. Minimal perkenalan diri disini mencakup; Nama, Jabatan kalian di OSIS, Kelas kalian. Cukup. Kalo selebihnya bisa personal aja.

3.       Pahami betul-betul pengarahan untuk adik kelas.
Pahami semua materi yang bakal lo kasih ke adik kelas, jangan cuma asal tau. Kasihan adik kelasnya kalo sampe salah dan ngga ngerti. Dan mungkin kedudukan lu nantinya bisa dipertimbangkan lagi.

4.       Siapkan Bahan pembicaraan.
Nah, bahan pembicaraan yang dimaksud disini diluar dari materi atau pembicaraan formal untuk MOS ya. Bahan pembicaraan disini, lebih bertujuan supaya kelas lo nggak garing banget. Ya setidaknya ajak mereka untuk bekerja sama lo.

5.       Games.
Kalo udah kepepet (maksudnya kelas lu udah dalam keadaan sangat garing). Boleh lah, diadakan sedikit games untuk mencairkan suasana, mengubah tampang datar yang menghasilkan sebuah tawa.

6.       Siapin Suara yang Kenceng
Nah. Jangan berasa cuma didepan lo doang yang pengen tahu pengarahan lu. Jadi, maksimalkan volume suara lo biar sampe kedengaran kebelakang.

7.       Tulisan dipapan tulis.
Buat yang tulisan dibukunya sekecil semut, jangan nyoba-nyoba nulis dipapan tulis ya. Kasihan adik-adiknya. Wkwkwk. Gedein lah tulisannya, papan tulis masih gede kok, guys!

8.       Siapin Kesabaran ekstra.
Dan yang terakhir menurut gue, Siapin kesabaran lo dengan ekstra. Terkadang adik-adik kita yang unyu-unyu itu memiliki seribu tingkah yang mampu menguji kesabaran kita loh:D

Nah, itulah beberapa hal yang harus kakak-kakak OSIS siapkan menurut versi Fanny Saufina. Buat kakak-kakak OSIS jangan terlalu sadis untuk MOS adik-adiknya dan buat adik-adiknya yang baru masuk, lebih baik nggak usah kebanyakan tingkah.  Kalem lebih baik. Dan sekian postingan kali ini, Saya ucapkan terimakasih sudah membaca dan Semoga bermanfaat;;)

Kamu!


Dalam postingan kali ini gue nggak tau sebenernya mau ngebahas apa. Banyakkkkkkkkk banget yang mau gue tulis di blog ini, tapi gue males ngetiknya~ Gue pilih buat ngeposting tentang perasaan yang kadang gue sendiri yang ngerti, perasaan apa ini. Absurd bgt!

Kalian pernah ngerasa yakin sama seseorang? (dalam hal ini, doi bukan cowok atau pedekatean gue. Dia Cuma teman bahkan kita jarang banget buat berhubungan. Ada sih kontak bbm, tapi kita emang ngga deket dari dulu, jadi paling bbm kalo ada yang penting dan selebihnya yasudahlah). Entah sejak kapan, perasaan gue ada. Gue juga ngga ngerti kenapa gue bisa ngerasa kaya gini tiba-tiba!

Dia itu bukan tipe anak yang penurut, tapi juga bukan tipe anak yang bandel bangeeeet. Ya, sewajarnya anak cowok yang lagi puber. Ngerokok? Pasti lah. Gonta-ganti cewek? Ya gitu deh. Dihukum sama guru mah jangan ditanya lagi, dia dan komplotannya udah dihafal muka-mukanya sama guru. Sering banget ngeledekin gue, bahkan sampe gue nangis juga pernah.  Pas saat-saat itu gue biasa aja, tapi kesini-sini gue mulai inget2 tentang dia. Pokoknya banyak hal yang tiba-tiba gue inget tentang dia dan nggak jarang suka bikin pipi gue jadi semacam tomat.

Awal perasaan ini sih, gue rasa gara2 dia (Ceritanya bikin gue geli, tapi kadang bikin pipi gue merona gimana gituuuuu). Semuanya nggak ada yang special, kecuali pernyataan itu. Awalnya gue nggak nganggep pusing sama pernyataan itu, semuanya berlalu gitu aja. Dia juga menghilang tanpa rasa bersalah. Gue awalnya fine fine aja. Sampe akhirnya, semua berubah. Ada bayangan tentang dia difikiran gue. Tentang sebuah peristiwa penting yang akan ada dimasa depan. Rasanya ada keyakinan kalo suatu saat kita bakal jadi satu. Hahaha ngaco nih!. Gue ngga tau, kenapa gue bisa ngerasa yakin kaya gini? Dia udah berkali-kali gonta-ganti pacar, dan gue sih biasa aja. Ya tapi, harus gue akuin ada sedikit rasa ngga menentu sih kadang2. Wkwkwk. Tapi yaudahlah ya, toh cuma Allah yang tahu jodoh gue nantinya;;)

Senin, 08 Juli 2013

Absurd


Ini bukan yang pertama kali, ketika dia mulai menatap semuanya datar. Gairah tentang kehidupan seketika hilang saat yang dicintanya pergi begitu saja meninggalkannya. Berulang kali, ia coba bangkitkan semuanya lagi. Berulang kali, ia mencoba tersenyum untuk mengatasi rasa sakitnya.  Berulang kali ia coba lakukan semuanya demi membunuh rasa sakitnya dan menerimanya kembali. Berulang kali, ia mencoba bangun sendiri meski akhirnya ia harus terjatuh lagi. Berulang kali ia memaafkan meski akhirnya ia tersakiti lagi.

Kadang, hatinya sudah terasa hampa menerimanya, tapi bisikan yang tak terdefinisi itu mulai mengatakan sesuatu. Tentang pengorbanan, tentang kesetiaan, dan tentang segala hal yang pernah ia lupakan.

Semua berlalu begitu saja, waktu yang terus berputar tidak mengubah sikapnya yang membuatnya hatinya hancur. Ia tetap saja menjadi yang pergi dan datang dengan sesuka hatinya. Ia tetap menjadi orang yang membuat airmata itu menetes. Tak berubah dan tak berniat berubah.

Hingga hari ini. Hatinya benar-benar terasa sangat hampa. Dia sudah tak bisa menerima semuanya. Airmatanya menolak untuk menetes lagi, dan langkah kakinya menuntutnaya

Sabtu, 06 Juli 2013

Cinta Tak Terucap


Hari ini entah sudah hari keberapa ia mengikuti langkah lelaki ini. Matahari pun seakan sudah hafal rutinitasnya selepas bek plang berbunyi. Terkadang hujan dating untuk menghentikan kegiatan bodohnya ini. Tapi, ternyata tak semudah itu. Perempuan—dengan rambut dikuncir ini, masih melakukannya dengan berbagai cara tanpa pernah absen.

                Perempuan itu bernama Nayla. Nayla Satrianiwidya. Seorang perempuan muda yang berumur 17tahun, kini ia sedang menikmati masa-masa terakhirnya di SMAnya. Mengingat hal itu, berrti ia hanya mempunyai sisa waktu yang tak banyak lagi untuk terus melakukan rutinitas yang telah ia jalani selama dua tahun terakhir ini. Mungkin terlihat bodoh bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sudah kehilangan kewarasannya, tapi siapa peduli pendapat orang banyak? Nay—sapaan Nayla, pun tidak pernah benar-benar memperdulikannya. Dia menikmati rutinitasnya dengan caranya sendiri. Tapi bukan layaknya orang yang benar-benar sudah kehilangan kewarasannya, Nay masih mempunyai alasan untuk melakukan kegiatan—anehnya ini, sebuah tanda tangan. Ya, ketika ditanya oleh teman-temannya, ia hanya menjawab “Terlanjur janji sama adik gue. Adik gue pengen banget tanda tangannya Madera.”. Madera adalah seorang artis yang sedang naik dan saat-saat ini, Adiknya memang sangat mengidolakannya. Dan hal yang paling memberuntungkan untuknya adalah Madera adalah salahsatu saudara dari temannya yang bernama Ovan. Dia yang selalu diikuti langkahnya selepas bel pulang.

Jumat, 05 Juli 2013

Cemburukah ini?


Ada rasa yang hadir begitu saja, saat mata ini tanpa sengaja melihat kau dan dia. Ada rasa yang tak biasa saat kalian dengan mudah tertawa dan berbagi. Cemburu kah ini? Atau hanya sekedar rasa tak rela?
Dulu, pernah kau tuliskan sebuah cerita yang membekas dihatiku. Bukan tidak pernah dilupakan, tapi aku memang tidak dengan mudah melupakan. Ceritanya yang jika (hanya) didengar akan terdengar indah. Cerita tentang sebuah hal yang aku sendiri tak yakin itu akan terjadi. Cerita tentang suatu yang seharusnya tidak terlalu aku anggap serius. Aku ingat, ketika kau menyebutkan satu kata  yang tak pernah aku kira sebelumnya.
Cinta.
Aku masih ingat ketika senyum palsumu merayuku. Aku masih ingat, bagaimana kau dengan mengeluarkan rangkaian-rangkaian kata manismu yang palsu itu. Aku sudah tahu sejak awal tu palsu, tapi bodohnya aku yang tetap mengikutsertakan hatiku yang rapuh. Kau hadir disaat yang tepat, disaat aku sedang kosong, disaat aku sedang menanti, disaat hati ini bimbang. Dan satu kata yang manis itu, mampu membuat aku lupa dengan semuanya. Mengerti keadaan yang sebenarnya, tak membuat aku menjadi pintar.
Dan kini, semua benar-benar menghilang. Kau pergi dengan segala kepalsuanmu. Kau pergi dan datang seakan semua tak menyakitkanku. Dan kini, aku benar-benar merasa bodoh ketika rasa ini datang. Disaat kau kembali dengannya, rasa ini hadir begitu saja. Cemburukah ini? Atau hanya rasa tak rela?
Mungkin aku memang cemburu. Ada satu harapan yang tak pernah aku sebut tentang kau dan aku, dan kini semua benar-benar hancur. Harusnya aku lebih pintar, tak perlu hati ini merasakan kepalsuan yang diberikannya. Harusnya aku lenh pintar, untuk menghilangkan harapan-harapan itu. Ya, seharusnya aku lebih pintar!