Ada rasa yang hadir begitu saja, saat mata ini tanpa sengaja
melihat kau dan dia. Ada rasa yang tak biasa saat kalian dengan mudah tertawa
dan berbagi. Cemburu kah ini? Atau hanya sekedar rasa tak rela?
Dulu, pernah kau tuliskan sebuah cerita yang membekas
dihatiku. Bukan tidak pernah dilupakan, tapi aku memang tidak dengan mudah
melupakan. Ceritanya yang jika (hanya) didengar akan terdengar indah. Cerita tentang
sebuah hal yang aku sendiri tak yakin itu akan terjadi. Cerita tentang suatu
yang seharusnya tidak terlalu aku anggap serius. Aku ingat, ketika kau
menyebutkan satu kata yang tak pernah
aku kira sebelumnya.
Cinta.
Aku masih ingat ketika senyum palsumu merayuku. Aku masih
ingat, bagaimana kau dengan mengeluarkan rangkaian-rangkaian kata manismu yang
palsu itu. Aku sudah tahu sejak awal tu palsu, tapi bodohnya aku yang tetap
mengikutsertakan hatiku yang rapuh. Kau hadir disaat yang tepat, disaat aku
sedang kosong, disaat aku sedang menanti, disaat hati ini bimbang. Dan satu
kata yang manis itu, mampu membuat aku lupa dengan semuanya. Mengerti keadaan
yang sebenarnya, tak membuat aku menjadi pintar.
Dan kini, semua benar-benar menghilang. Kau pergi dengan
segala kepalsuanmu. Kau pergi dan datang seakan semua tak menyakitkanku. Dan kini,
aku benar-benar merasa bodoh ketika rasa ini datang. Disaat kau kembali
dengannya, rasa ini hadir begitu saja. Cemburukah ini? Atau hanya rasa tak
rela?
Mungkin aku memang cemburu. Ada satu harapan yang tak pernah
aku sebut tentang kau dan aku, dan kini semua benar-benar hancur. Harusnya aku
lebih pintar, tak perlu hati ini merasakan kepalsuan yang diberikannya. Harusnya
aku lenh pintar, untuk menghilangkan harapan-harapan itu. Ya, seharusnya aku
lebih pintar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.