Minggu, 29 Juni 2014

Kamu dan Perempuan yang Kau buat Berdebar Hatinya.

Ini untukmu, lelaki yang sudah lama mengganggu fikiran perempuan kaku itu.

Tentang kamu tak pernah terlupakan dalam hidup seorang perempuan seumuranmu. Dia, seseorang yang pernah kau rayu dengan kata-katamu yang manis. Kamu bukan sosok istimewa untuknya, tapi entah mengapa ia sulit melupakanmu. Ia tidak pernah tahu sejak kapan semuanya menjadi seperti ini, ia tidak pernah tahu bagaimana bisa sosok yang sudah lama tak ia lihat masih mengganggu fikirannya kala malam datang. Perempuan itu masih saja memikirkanmu kala kau sudah bersama perempuanmu. Salahkah dia? Jika bisa, perempuan itu pun tidak ingin memikirkanmu terlalu dalam. Dia tahu, ini tidak pantas untuk seorang perempuan memikirkan lelaki yang sudah memiliki perempuan, tapi hati tetap hati, mengambil peran yang lebih besar dibandingkan logika.

Dia adalah perempuan yang tak pernah tahu bagaimana cara bersikap manis denganmu. Dia adalah perempuan yang merindukan  beberapa tahun yang lalu, ada sepenggal harapan dihatinya untuk mengulang semuanya. Dia ingin kembali merasakan pipinya merona merah kala kalimat “Aku suka Kamu” terdengar ditelinganya. Dia jatuh cinta padamu? Perempuan itu berkata tidak. Dia hanya tak bisa melupakan semua yang sudah terjadi, tak bisa menghapus kalimat yang membuat pipinya merona, bantahnya. Tapi, semua orang tahu dia sedang jatuh cinta.

Sabtu, 21 Juni 2014

Jenuh.

Hujan malam ini semakin menambah kesan galau untuk hatiku yang sedang dilanda bimbang. Aku berdiri diujung jendela kamarku, menikmati tetesan air yang turun dari langit, menikmati aroma tanah yang disiram air. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, begitu takut kehilangan dirinya, merindukannya. Aku mengalihkan pandanganku kearah foto didalam bingkai yang terpasang dimeja samping kasurku, sepasang kekasih sedang tersenyum penuh cinta disana, bahagia. 

Mataku memanas, airmataku pun mulai meleleh, tak ada yang menghalanginya, satu per satu menetes dengan bebas. Rasanya rindu melihat senyum gadis didalam foto itu. Satu hantaman keras tepat mengenai dadaku, sakit rasanya saat aku sadar terakhir kali kami bertemu ia hanya menangis karena ulahku, aku menyakitinya begitu dalam.

Aku masih memandangi foto Siska, ia terlihat begitu cantik dalam foto itu. Sebelumnya, tak pernah aku merindukannya seperti ini. Aku sangat rindu dengannya, senyumnya yang manis, peluknya diselingi tawa manja miliknya, mata indah miliknya, aroma parfurm miliknya yang khas. Aku rindu semua tentangnya. Sebelumnya, tak pernah aku merasakan takut seperti ini. Aku takut kehilangan dirinya.

Sabtu, 14 Juni 2014

Touchdown Yogyakarta-Solo with YKB'14.


Ujian sudah berlalu, perpisahan pun sudah kita lewati bersama, pengumuman sudah menghadirkan tangis kebahagian untuk pencapaian kita, akhirnya. Sudah berapa lama kita tak bertemu. kawan? Kini, kita seakan sibuk dengan pencapaian berikutnya, waktu yang ada tak ingin dibuang-buang begitu saja, tak ada yang menginginkan kegagalan yang lebih besar didepan. Tak ada dan jangan sampai ada.

Rindukah kau denganku? Rindukah kamu dengan kisah kita disekolah? Rindukah kau dengan kebisingan yang selalu membuatmu lelah akhirnya? Rindukah kau dengan teman sebangkumu yang tak bosan mendengar ceritamu? Rindukah kau dengan kebosanan aktivitas belajar dikelas? Rindukah kau akan guru-guru yang selalu pusing karena kebisinganmu?  Rindukah kau akan kegiatanmu menyelinap ke kantin saat jam KBM sedang berlangsung? Rindukah kamu saat kau ditegur oleh guru karena kebandalanmu? Aku rindu itu. Seseorang berkata kepadaku, “Aku rindu saat bersama, jika waktu bisa diulang, aku ingin mengulangnya.”

Dahulu, tidak sedikit yang berharap agar bisa cepat-cepat selesai  sekolah, “Capek, bosan.” Katanya. namun, kini, tidak sedikit pula yang merasa waktu tiga tahun bukanlah waktu yang lama jika dilewati bersama kalian, keluarga kecilku disekolah, sosok asing yang akhirnya aku rindukan. Tiga tahun sudah terlewati tanpa pernah berhenti, dan sekarang, inginkah kau kembali ke tiga tahun yang lalu? Ya, aku ingin.