Ini untukmu, lelaki yang sudah
lama mengganggu fikiran perempuan kaku itu.
Tentang kamu tak pernah
terlupakan dalam hidup seorang perempuan seumuranmu. Dia, seseorang yang pernah
kau rayu dengan kata-katamu yang manis. Kamu bukan sosok istimewa untuknya, tapi
entah mengapa ia sulit melupakanmu. Ia tidak pernah tahu sejak kapan semuanya
menjadi seperti ini, ia tidak pernah tahu bagaimana bisa sosok yang sudah lama
tak ia lihat masih mengganggu fikirannya kala malam datang. Perempuan itu masih
saja memikirkanmu kala kau sudah bersama perempuanmu. Salahkah dia? Jika bisa,
perempuan itu pun tidak ingin memikirkanmu terlalu dalam. Dia tahu, ini tidak
pantas untuk seorang perempuan memikirkan lelaki yang sudah memiliki perempuan,
tapi hati tetap hati, mengambil peran yang lebih besar dibandingkan logika.
Dia adalah perempuan yang tak
pernah tahu bagaimana cara bersikap manis denganmu. Dia adalah perempuan yang
merindukan beberapa tahun yang lalu, ada
sepenggal harapan dihatinya untuk mengulang semuanya. Dia ingin kembali
merasakan pipinya merona merah kala kalimat “Aku suka Kamu” terdengar
ditelinganya. Dia jatuh cinta padamu? Perempuan itu berkata tidak. Dia hanya
tak bisa melupakan semua yang sudah terjadi, tak bisa menghapus kalimat yang
membuat pipinya merona, bantahnya. Tapi, semua orang tahu dia sedang jatuh
cinta.