Ini untukmu, lelaki yang sudah
lama mengganggu fikiran perempuan kaku itu.
Tentang kamu tak pernah
terlupakan dalam hidup seorang perempuan seumuranmu. Dia, seseorang yang pernah
kau rayu dengan kata-katamu yang manis. Kamu bukan sosok istimewa untuknya, tapi
entah mengapa ia sulit melupakanmu. Ia tidak pernah tahu sejak kapan semuanya
menjadi seperti ini, ia tidak pernah tahu bagaimana bisa sosok yang sudah lama
tak ia lihat masih mengganggu fikirannya kala malam datang. Perempuan itu masih
saja memikirkanmu kala kau sudah bersama perempuanmu. Salahkah dia? Jika bisa,
perempuan itu pun tidak ingin memikirkanmu terlalu dalam. Dia tahu, ini tidak
pantas untuk seorang perempuan memikirkan lelaki yang sudah memiliki perempuan,
tapi hati tetap hati, mengambil peran yang lebih besar dibandingkan logika.
Dia adalah perempuan yang tak
pernah tahu bagaimana cara bersikap manis denganmu. Dia adalah perempuan yang
merindukan beberapa tahun yang lalu, ada
sepenggal harapan dihatinya untuk mengulang semuanya. Dia ingin kembali
merasakan pipinya merona merah kala kalimat “Aku suka Kamu” terdengar
ditelinganya. Dia jatuh cinta padamu? Perempuan itu berkata tidak. Dia hanya
tak bisa melupakan semua yang sudah terjadi, tak bisa menghapus kalimat yang
membuat pipinya merona, bantahnya. Tapi, semua orang tahu dia sedang jatuh
cinta.
Bagaimana bisa dia jatuh cinta
kepada seseorang yang sudah lama tak ia temui? Bagaimana bisa dia jatuh cinta
kepadamu yang sudah memiliki perempuan? Bagaimana bisa dia mulai jatuh cinta
saat kalian sudah menjauh? Bagaimana bisa kau selalu hadir kala ia ingin
memejamkan mata?
Menurutnya, kamu membuat semuanya
seakan mengarah kepadanya. Beberapa kejadian, ia rangkum dan ia simpulkan
sendiri, bahwa kau memang memang memperhatikannya. Kamu mampu membuatnya
menjadi tak menentu dengan segala kekonyolanmu. Membuat pipinya menjadi merah,
membuatnya tersenyum tak jelas. Konyol, ya itu memang kamu.
Ingatkah kamu, ketika kamu
melihatnya dan ia tak melihatmu? Kau buat seakan dia sengaja tak ingin
melihatmu, grogi, itu godamu kala itu. Dia memang tak pernah tahu bagaimana
cara membalas pesanmu dengan manis, tapi jauh disana, dia tersenyum malu. Bukan
Karena katamu benar, tapi menurutnya ada yang lucu dari kata-katamu yang
seakan……….argh, dia tidak tahu itu apa. Lalu, ingatkah kau bagaimana beberapa
malam kau ganggu waktu tidurnya untuk sekedar chat konyolmu?
Jika ia ingat-ingat, sudah 3
tahun belakangan ini kamu datang dan pergi begitu saja dari fikirannya. Dan
selama ini pula, sudah berapa banyak wanita yang kau taklukan hatinya? Tahukah
kamu, sejak saat itu sampai saat ini, dia tetap tak bisa menghapus jejakmu
dengan cepat. Dia memerlukan waktu yang lama untuk sekedar mengusirmu dari
fikirannya dan setelahnya kau datang tanpa rasa bersalahmu.
Dan sekarang, saat kamu sudah
dengan perempuan barumu, dia tetap perempuan yang tak bisa melupakanmu
sepenuhnya. Dia tetap mengingat setiap kalimat yang kau ketik dalam chat yang
kau kirim, ia ingat bagaimana merahnya pipinya kala mendengar kekonyolanmu. Ia
ingat bagaimana kala waktu malam kau datang dalam chat-mu. Ia ingat bagaimana
hatinya yang kau buat tak menentu.
Perempuan itu pernah berkata,
bahwa kalian menjadi aneh. Entah ini memang benar atau hanya dia yang
merasakannya? Perempuan itu pun pernah berkata, dia tak tahu harus seperti apa
jika kalian bertemu, bertatap muka atau sekedar dalam satu acara yang banyak
orang. Ia tidak membayangkan bagaimana reaksi teman-temannya yang akan
menggodanya, ah mungkin ini terlalu berlebihan. Dia tidak pernah tahu bagaimana
warna pipinya kala dia akan bertemu denganmu. Bahkan, jika bisa, dia tak ingin
bertemu denganmu.
Perempuan itu masih
memperhatikanmu dari tempatnya berada. Perempuan itu sedang menyiapkan nyalinya
jika suatu hari nanti kalian bertemu. Perempuan itu sedang melatih pipinya agar
tidak memerah ketika kalian bertatap muka. Perempuan itu sedang melatih hatinya
agar tak berdebar dengan tak semestinya. Semoga semuanya berhasil.
Dan untuk kamu, sepertinya kau
sudah menemukan wanita yang bisa membuatmu lebih baik? Jangan kecewakan dia,
jaga gadismu, pesannya untukmu.
Salam dari perempuan kaku yang
kau buat pipinya menjadi merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.