“Kelompok selanjutnya
adalah Vena dengan Ikbal.” Berbagai seruan anak-anak terdengar menyambut
pernyataan Bu Sesi yang sedang sibuk membagi kelompok untuk baksos lusa. “Rendy
dan Naomi.”
Hening. Tak ada yang
bersuara untuk menyambut pernyataan Bu Sesi, hanya sebuah ekspresi kaget dan
tak percaya atas keputusan guru yang masih sibuk berdiri didepan kelas.
Berpasang-pasang mata secara bergantian menatap kearahku ataupun cowok yang
duduk dibangku belakang kelas. Masih tak ada yang protes, masih tak ada yang
ingin berucap ‘cie’. Semua masih tak percaya, dua pasang manusia yang tak
pernah akur ini akan menjadi satu kelompok dalam kegiatan baksos.
“Bu, masa iya saya sama
kutu buku kaya dia?” Akhirnya suara itu terdengar tepat beberapa detik sebelum
Bu Sesi memulai bicara lagi.
“Kenapa memangnya?
Pengetahuan dia bagus loh, Ren.” Bu Sesi membela aku.
“Bu, saya harus
sendirian juga ngga apa-apa dibandingkan harus sama dia.” Rendy masih terus
berusaha untuk mengubah keputusan Bu Sesi, meski ia tahu usahanya akan sangat
sia-sia.
Bu Sesi tersenyum, aku
masih terus memperhatikannya dengan seribu doa berharap ia akan mengubah
keputusannya itu, meski akan percuma juga, tapi setidaknya aku tidak
membuang-buang tenagaku, bahkan aku mendapat pahala karena aku berdoa terus. “Bukannya
kalian sudah lama mengenal ibu?” Ia lalu mengarahkan pandangannya ke Rendy.
Rendy hanya diam,
menggerutu saat Bu Sesi sudah mulai bicara lagi.
“Semoga lu bisa akur ya
sama dia habis dari baksos ya.” Vena mulai menyadarkanku, bahwa aku memang
ditakdirkan satu kelompok dengan Rendy.
Rendy. Cowok yang
menempati bangku paling belakang kelas. Cowok dengan berpuluh-puluh fans
perempuannya, cowok yang tidak pernah bertegur sapa denganku, cowok yang selalu
menatapku sinis, cowok yang selalu punya cara untuk menjahiliku. Aku masih
ingat ketika suatu hari keningku merah karena lemparan bola basket miliknnya.
Bukannya meminta maaf, ia dan teman-teman setianya malah menertawakanku didepan
banyak orang dan jadilah aku menjadi bahan tertawaan banyak orang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
