Tadi pagi, tiba-tiba pengen memposting
sebuah tulisan tentang masa-masa SMK. Yap, aku sekolah di SMK, makanya aku
bilang seperti itu. Tentang segala hal yang aku sudah lakukan selama 3 tahun
belakangan ini disebuah sekolah swasta di Depok. Aku memposting ini, hanya
ingin menjadikan kalian sebagai kenangan yang tak pernah terlupakan. Aku
menyimpannya di mesin pengingat waktuku, blog. Jika kalian ingin membacanya,
kalian harus menyiapkan energy yang kuat untuk membacanya, ini tulisan dengan
ribuan kata, ini tulisan dengan ribuan kenangan.
Kurang lebih sekitar 3 tahun yang
lalu, aku mulai membayangkan ketika aku menggunakan seragam—yang
menurutku—lebih keren dibandingkan seragamku saat itu, putih abu-abu. Aku rasa
bukan aku saja yang menantikan saat itu tiba, saat dimana kita mulai bergegas
dengan seragam putih abu-abu. Saat dimana bed kita bukanlah gambar OSIS berwarna
kuning lagi, melainkan berwarna cokelat. Melihat setiap kakak-kakak yang sudah
menggunakan seragam putih abu-abu dengan pikiran yang selalu mengandai-ngandai.
Dan saat itu tiba, aku sudah bisa
menggunakan seragam putih abu-abuku setelah beberapa hari masih harus
menggunakan seragamku yang terdahulu. Tidak ada baju baru saat itu, ibu hanya
membelikanku rok abu-abu baru saja. Seragam putihku masih tergolong seragam
baru, karena aku baru membelinya baru beberapa bulan yang lalu sebelum
kelulusan. Tak apalah menurutku, toh seragamku masih bagus untuk digunakan di
hari pertama memakai seragam, putih abu-abu. Sedikit norak memang, tapi inilah
aku ketika baru menggunakan seragam itu.
Dan akhirnya, inilah aku dengan
rok yang masih sama dengan 3 tahun yang lalu, inilah aku dengan seragam yang
dulu aku sangat inginkan. Aku seorang siswi yang beberapa hari lagi akan
mengikuti Ujian Nasional dengan seragam yang kini menjadi biasa bagiku. Banyak
hari yang telah aku lalui dengan seragam-seragam itu, banyak kertas yang sudah bertumpuk
menjadi bukti bahwa tidak ada waktu yang terbuang dengan ‘biasa’. Setiap
harinya ada fotokopian, setiap harinya ada catatan, dan setiap harinya ada
kalian. Kalian yang sebelumnya tak pernah aku kenal. Kalian yang baru aku kenal
3 tahun yang lalu, dan kalian yang baru akrab denganku ketika perpisahan sudah
didepan.
Banyak orang asing untukku 3 tahun yang lalu,
ketika aku masuk sebuah kelas yang berada dilantai bawah. Tak ada yang aku
kenal saat itu, kecuali Ayu Widianingsih. Hanya dialah orang yang aku kenal
beberapa hari aku sebelum hari pertama itu. Ayu adalah temanku saat MOPD. Duduk
dibelakangku membuatku sedikit mengenalnya. Tanpa ragu, aku memilih untuk
sebangku dengannya saat itu. Dan benar saja, bukan hal yang buruk ketika aku
memilih duduk bersamanya. Selalu tahu waktu untuk bercerita atau belajar,
selalu tahu satu sama yang lain ketika antara kami sedang tidak berada di mood
yang bagus, dan disitulah kita tahu harus seperti apa. Seseorang yang hampir
setiap bel pergantian pelajaran selalu ke toilet, aku tidak mengerti kenapa dan
ternyata usut-punya usut ia tidak hanya ke toilet melainkan ke kantin juga.
Awal-awal dia selalu memintaku untuk menemaninya, tapi aku selalu menolaknya,
aku bukanlah seorang yang percaya diri ketika semua mata menatap kearahku. Dan
lama kelamaan, ia mulai tahu aku. Ketika sedang ramai, dia tak lagi mengajakku
untuk keluar kelas. Dan apa kalian pernah melakukan ini? Saling mendikte ketika
sedang mencatat? Mataku minus dan saat itu minusnya sudah bertambah, namun aku
belum mengganti kacamataku, alhasil Ayu widia selalu membantuku mendiktekan
setiap tulisan didepan. Dan ketika, aku masih bisa membacanya, akulah yang
mendiktekannya. Ah, banyak sekali kejadian bersama cewek—yang menurutku cantik
ini, yang akhirnya bisa aku sebut menjadi kenangan. Jaga dirimu baik-baik, yu!
Kamu teman pertamaku di SMK, nggak akan ada yang bisa ngegantiin itu:-)
Selanjutnya, orang yang aku kenal
Nova Resta, dia adalah cewek yang awalnya aku fikir sangat judes. Duduk didepan
aku dan Ayu saat itu, namun jarang sekali yang namanya ngobrol denganku atau
(bahkan) dengan teman sebelahnya pun. Tapi, ternyata benar: penilaian pertama
tidak selalu benar. Dia adalah sosok cewek yang baik, asik kalo diajak curhat,
dan susah moveon. Selanjutnya aku mulai mengenal lebih banyak teman, ada
Nurdiyanti yang duduk dengan Nova Resta, ada Risma Saputri, dan Fitriah. Ah,
dimana Fitriah sekarang? Aku kangen. Dan bagaimana dengan temanku yang lainnya?
Saat itu aku masih sekedar kenal.
![]() | |
| Fanny dan Nova Resta |
![]() |
| Fanny, Nova Resta dan Halimah |
Orang yang selanjutnya kenal aku kenal adalah
Ade Ayu Rachmawati, aku tidak tahu kapan persisnya aku mengenalnya. Cewek yang
memiliki badan gemuk ini sangat periang. Ketika dia senang, kalian harus
menyiapkan gendang telinga yang ekstra, karena dia akan teriak-teriakan. Dan
ketika dia berada di mood terendah, kalian pun harus menyiapkan gendang telinga
yang ekstra, Karena ketika ada yang mengganggunya, ia akan memarahinya dengan
suara yang besar juga. Dan sebangku dengannya, cukup membuatku sering menjadi
deg-degan dibuatnya kaget dengan teriakannya yang tiba-tiba. Meski begitu,
kalian akan sangat bersyukur ketika kalian berteman dengannya. Dia adalah sosok
yan sangat perhatian dengan temannya. Tulus.
![]() |
| Ade Ayu dan Fanny |
Sifa Fauziah, cewek yang rumahnya
selalu dijadikan teman untuk kerja kelompok diselingi dengan ngerujak. Cewek
ini cantik, baik, kadang suka ngga jelas. But, so far. Bukan sosok teman yang
jahat.
![]() |
| Fanny dan Sifa |
Aku kenal Zaida Aprillia, seorang anak dari
bapak RT. Ketika kalian bicara dengannya, kalian harus tahu dimana kalian harus
menggunakan hati dan tidak. Dia adalah sosok yang ngomong apa adanya, bahkan
menyakitkan pun ia katakan apa adanya. Cewek yang pernah rela menemaniku saat
harus mondar-mandir kemanapun, memboncengiku. Oiya, hari ini dia ulangtahun;
Selamat ulangtahun Zaidaaaa! Aku selalu berdoa apapun yang terbaik untukmu.
Hehehe{}. Selanjutnya, ketika kita bicara tentang Zaida, maka kita akan
terhubungkan dengan Ira Dwi Nurshinta. Aku juga ngga ingat sejak kapan aku
mengenalnya, yang aku tahu, tiba-tiba ia senang menyebutku sebagai calon kakak
iparnya. Dia senang menemani Zaida kerumahku beberapa kali, ya modus untuk
bertemu dengan Nando juga itu sebenarnya. Cantik. Iya, baik pula.
Selanjutnya di kelas 3 ini, aku
mulai mengenal Tio. Eits, aku sudah mengenalnya sejak lama, tapi kami baru
dekat kelas 3 ini. Seingatku, kami dekat karena aku dan Tio mengawas ruang MOPD
yang sama, dan dari situlah The Johitz ada. Tio menyebut aku, ade ayu, dan dia
sebagai trio jomblo. Orang yang ngga bisa diem kecuali lagi unmood, cowok yang
menganggap ‘sahabat tidak akan sama lagi ketika sudah menjadi pacar.’ Selalu
bisa bikin aku dan Ade Ayu menjadi heboh karena mendengar ceritanya. Ah, guys.
Aku bakal kangen kalian nantinya!!!!!!!
![]() |
| Ade Ayu, Tio dan Fanny |
Ada juga, Ayu Sulastri yang awalnya tidak
memperhatikan kehadiranku, dan kini menjadi cukup dekat denganku. Pernah memberitahuku
dimana kota kembang dan taman gurame kepadaku. Selalu punya sejuta cara untuk
membuat teman-temannya menjadi tertawa, yap, sosok yang ceria. Ada juga Annissa
putri, Haryanti Nurul dan Halimah, seseorang yang pernah berkata kepadaku
“Inget banget gue fan, waktu pertama kali gue duduk disamping lu dan lu cuma
diem aja. Gue kira lu anaknya jutek dan judes.” Dan kalian yang tergabung di Edofone's I lv you, guys!
Dan ketika kalian bicara tentang masa-masa SMK,
bukannya cinta akan selalu terikutsertakan? Dan inilah ceritaku tentang cinta
di SMK. Seorang cowok yang aku tidak mengerti mengapa aku bisa menyukainya.
Seorang cowok yang beberapa tahun yang lalu mulai mengganggu fikiranku. Bukan
sosok yang jauh, tapi tak bisa dengan mudah aku menggapainya. Bukan ‘tak bisa
dengan mudah’ tapi memang ‘tak mudah’ ketika aku hanya mencintainya untukku
sendiri. Menyimpan segala rasanya sendiri. Cinta dalam diam yang membuat kami
jauh. Aku juga pernah menceritakannya disini Surat dari Penganggum Rahasiamu Dan kamu berhasil membuat
aku harus bersusah payah meninggalkanmu, membiarkan waktu menatapku lemah.
Terimakasih sudah mengisi hatiku selama 2 tahun ini. Terimakasih sudah
membiarkan aku menjadi penganggum rahasiamu selama 2 tahun ini. Dan terimakasih
sudah membuatku sulit untuk meninggalkanmu dengan benar-benar. Ya, kadang aku
bicara ‘aku sudah melupakannya’ namun hatiku masih tak menentu dibuatnya,
bahkan sampai saat ini, mungkin. Tak ada yang membuatku jatuh cinta setelahmu,
selama masa SMK-ku.
Dan inilah akhir dari kisah putih
abu-abu-ku. Beberapa hari lagi adalah hari dimana aku dan kalian harus
berjuang, Ujian Nasional sudah didepan teman. Dan bukannya hari itu akan
menjadi hari yang menyadarkan kita tentang telah banyak hari yang aku lalui
bersama kalian? Mungkin hari itu akan menjadi hari awal untuk sebuah perpisahan
diantara kita? Hari itu yang akan menyadarkan aku bahwa keinginanku menggunakan
seragam putih abu-abu sudah berlalu selama 3 tahun yang lalu. Hari itu seakan
gerbang yang harus kita lalui untuk hari-hari selanjutnya.
Teman, terimakasih sudah mengisi hari hari di
masa putih abu-abu ini. Terimakasih sudah menciptakan kenangan dalam sebuah
seragam—kita. Semoga kalian selalu sukses, semoga kalian selalu bahagia, dan
semoga Tuhan selalu memberikan apapun yang terbaik, membuatmu menjadi bahagia
meski dalam sebuah kesederhanaan.
Dan disinilah aku berada sekarang, beberapa
langkah dari sebuah gerbang yang menjadi pemisah jalan kita. Tapi, jalan yang
berbeda bukanlah alasan untuk kita tak berkomunikasi lagi, kan? Dan sedikit
lagi, sebuah buku dalam hidup yang berisi tentang kalian akan tertutup, buku
yang akan ku beri judul “Tentang kalian dan putih abu-abu.” Dan kini, biarkan
lembaran-lembaran terakhir terisi dengan kenangan pemanis, menutup segala
kejadian yang lalu dengan sebuah tangis kemenangan kita bersama. Aamiin. Dan apapun
nanti yang terisi di lembaran terakhir buku ini, kalian akan tetap menjadi
kenangan. Kenangan yang mempunyai tempat sendiri untuk tempat kalian, takkan
ada yang bisa menggantikan tempat kalian, meski halnya lebih indah dari
kenangan kalian.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.