Selasa, 08 April 2014

Akhir Masa Putih Abu-Abu

Tadi pagi, tiba-tiba pengen memposting sebuah tulisan tentang masa-masa SMK. Yap, aku sekolah di SMK, makanya aku bilang seperti itu. Tentang segala hal yang aku sudah lakukan selama 3 tahun belakangan ini disebuah sekolah swasta di Depok. Aku memposting ini, hanya ingin menjadikan kalian sebagai kenangan yang tak pernah terlupakan. Aku menyimpannya di mesin pengingat waktuku, blog. Jika kalian ingin membacanya, kalian harus menyiapkan energy yang kuat untuk membacanya, ini tulisan dengan ribuan kata, ini tulisan dengan ribuan kenangan.


Kurang lebih sekitar 3 tahun yang lalu, aku mulai membayangkan ketika aku menggunakan seragam—yang menurutku—lebih keren dibandingkan seragamku saat itu, putih abu-abu. Aku rasa bukan aku saja yang menantikan saat itu tiba, saat dimana kita mulai bergegas dengan seragam putih abu-abu. Saat dimana bed kita bukanlah gambar OSIS berwarna kuning lagi, melainkan berwarna cokelat. Melihat setiap kakak-kakak yang sudah menggunakan seragam putih abu-abu dengan pikiran yang selalu mengandai-ngandai.
Dan saat itu tiba, aku sudah bisa menggunakan seragam putih abu-abuku setelah beberapa hari masih harus menggunakan seragamku yang terdahulu. Tidak ada baju baru saat itu, ibu hanya membelikanku rok abu-abu baru saja. Seragam putihku masih tergolong seragam baru, karena aku baru membelinya baru beberapa bulan yang lalu sebelum kelulusan. Tak apalah menurutku, toh seragamku masih bagus untuk digunakan di hari pertama memakai seragam, putih abu-abu. Sedikit norak memang, tapi inilah aku ketika baru menggunakan seragam itu.

Dan akhirnya, inilah aku dengan rok yang masih sama dengan 3 tahun yang lalu, inilah aku dengan seragam yang dulu aku sangat inginkan. Aku seorang siswi yang beberapa hari lagi akan mengikuti Ujian Nasional dengan seragam yang kini menjadi biasa bagiku. Banyak hari yang telah aku lalui dengan seragam-seragam itu, banyak kertas yang sudah bertumpuk menjadi bukti bahwa tidak ada waktu yang terbuang dengan ‘biasa’. Setiap harinya ada fotokopian, setiap harinya ada catatan, dan setiap harinya ada kalian. Kalian yang sebelumnya tak pernah aku kenal. Kalian yang baru aku kenal 3 tahun yang lalu, dan kalian yang baru akrab denganku ketika perpisahan sudah didepan.

Banyak orang asing untukku 3 tahun yang lalu, ketika aku masuk sebuah kelas yang berada dilantai bawah. Tak ada yang aku kenal saat itu, kecuali Ayu Widianingsih. Hanya dialah orang yang aku kenal beberapa hari aku sebelum hari pertama itu. Ayu adalah temanku saat MOPD. Duduk dibelakangku membuatku sedikit mengenalnya. Tanpa ragu, aku memilih untuk sebangku dengannya saat itu. Dan benar saja, bukan hal yang buruk ketika aku memilih duduk bersamanya. Selalu tahu waktu untuk bercerita atau belajar, selalu tahu satu sama yang lain ketika antara kami sedang tidak berada di mood yang bagus, dan disitulah kita tahu harus seperti apa. Seseorang yang hampir setiap bel pergantian pelajaran selalu ke toilet, aku tidak mengerti kenapa dan ternyata usut-punya usut ia tidak hanya ke toilet melainkan ke kantin juga. Awal-awal dia selalu memintaku untuk menemaninya, tapi aku selalu menolaknya, aku bukanlah seorang yang percaya diri ketika semua mata menatap kearahku. Dan lama kelamaan, ia mulai tahu aku. Ketika sedang ramai, dia tak lagi mengajakku untuk keluar kelas. Dan apa kalian pernah melakukan ini? Saling mendikte ketika sedang mencatat? Mataku minus dan saat itu minusnya sudah bertambah, namun aku belum mengganti kacamataku, alhasil Ayu widia selalu membantuku mendiktekan setiap tulisan didepan. Dan ketika, aku masih bisa membacanya, akulah yang mendiktekannya. Ah, banyak sekali kejadian bersama cewek—yang menurutku cantik ini, yang akhirnya bisa aku sebut menjadi kenangan. Jaga dirimu baik-baik, yu! Kamu teman pertamaku di SMK, nggak akan ada yang bisa ngegantiin itu:-)
 
Fanny dan Ayu
Selanjutnya, orang yang aku kenal Nova Resta, dia adalah cewek yang awalnya aku fikir sangat judes. Duduk didepan aku dan Ayu saat itu, namun jarang sekali yang namanya ngobrol denganku atau (bahkan) dengan teman sebelahnya pun. Tapi, ternyata benar: penilaian pertama tidak selalu benar. Dia adalah sosok cewek yang baik, asik kalo diajak curhat, dan susah moveon. Selanjutnya aku mulai mengenal lebih banyak teman, ada Nurdiyanti yang duduk dengan Nova Resta, ada Risma Saputri, dan Fitriah. Ah, dimana Fitriah sekarang? Aku kangen. Dan bagaimana dengan temanku yang lainnya? Saat itu aku masih sekedar kenal.
Fanny dan Nova Resta

Fanny, Nova Resta dan Halimah


Orang yang selanjutnya kenal aku kenal adalah Ade Ayu Rachmawati, aku tidak tahu kapan persisnya aku mengenalnya. Cewek yang memiliki badan gemuk ini sangat periang. Ketika dia senang, kalian harus menyiapkan gendang telinga yang ekstra, karena dia akan teriak-teriakan. Dan ketika dia berada di mood terendah, kalian pun harus menyiapkan gendang telinga yang ekstra, Karena ketika ada yang mengganggunya, ia akan memarahinya dengan suara yang besar juga. Dan sebangku dengannya, cukup membuatku sering menjadi deg-degan dibuatnya kaget dengan teriakannya yang tiba-tiba. Meski begitu, kalian akan sangat bersyukur ketika kalian berteman dengannya. Dia adalah sosok yan sangat perhatian dengan temannya. Tulus.
Ade Ayu dan Fanny
 
Sifa Fauziah, cewek yang rumahnya selalu dijadikan teman untuk kerja kelompok diselingi dengan ngerujak. Cewek ini cantik, baik, kadang suka ngga jelas. But, so far. Bukan sosok teman yang jahat.
Fanny dan Sifa

Aku kenal Zaida Aprillia, seorang anak dari bapak RT. Ketika kalian bicara dengannya, kalian harus tahu dimana kalian harus menggunakan hati dan tidak. Dia adalah sosok yang ngomong apa adanya, bahkan menyakitkan pun ia katakan apa adanya. Cewek yang pernah rela menemaniku saat harus mondar-mandir kemanapun, memboncengiku. Oiya, hari ini dia ulangtahun; Selamat ulangtahun Zaidaaaa! Aku selalu berdoa apapun yang terbaik untukmu. Hehehe{}. Selanjutnya, ketika kita bicara tentang Zaida, maka kita akan terhubungkan dengan Ira Dwi Nurshinta. Aku juga ngga ingat sejak kapan aku mengenalnya, yang aku tahu, tiba-tiba ia senang menyebutku sebagai calon kakak iparnya. Dia senang menemani Zaida kerumahku beberapa kali, ya modus untuk bertemu dengan Nando juga itu sebenarnya. Cantik. Iya, baik pula.

Selanjutnya di kelas 3 ini, aku mulai mengenal Tio. Eits, aku sudah mengenalnya sejak lama, tapi kami baru dekat kelas 3 ini. Seingatku, kami dekat karena aku dan Tio mengawas ruang MOPD yang sama, dan dari situlah The Johitz ada. Tio menyebut aku, ade ayu, dan dia sebagai trio jomblo. Orang yang ngga bisa diem kecuali lagi unmood, cowok yang menganggap ‘sahabat tidak akan sama lagi ketika sudah menjadi pacar.’ Selalu bisa bikin aku dan Ade Ayu menjadi heboh karena mendengar ceritanya. Ah, guys. Aku bakal kangen kalian nantinya!!!!!!!
 
Fanny dan Tio

Ade Ayu, Tio dan Fanny

Ada juga, Ayu Sulastri yang awalnya tidak memperhatikan kehadiranku, dan kini menjadi cukup dekat denganku. Pernah memberitahuku dimana kota kembang dan taman gurame kepadaku. Selalu punya sejuta cara untuk membuat teman-temannya menjadi tertawa, yap, sosok yang ceria. Ada juga Annissa putri, Haryanti Nurul dan Halimah, seseorang yang pernah berkata kepadaku “Inget banget gue fan, waktu pertama kali gue duduk disamping lu dan lu cuma diem aja. Gue kira lu anaknya jutek dan judes.” Dan kalian yang tergabung di Edofone's I lv you, guys!





Dan ketika kalian bicara tentang masa-masa SMK, bukannya cinta akan selalu terikutsertakan? Dan inilah ceritaku tentang cinta di SMK. Seorang cowok yang aku tidak mengerti mengapa aku bisa menyukainya. Seorang cowok yang beberapa tahun yang lalu mulai mengganggu fikiranku. Bukan sosok yang jauh, tapi tak bisa dengan mudah aku menggapainya. Bukan ‘tak bisa dengan mudah’ tapi memang ‘tak mudah’ ketika aku hanya mencintainya untukku sendiri. Menyimpan segala rasanya sendiri. Cinta dalam diam yang membuat kami jauh. Aku juga pernah menceritakannya disini Surat dari Penganggum Rahasiamu Dan kamu berhasil membuat aku harus bersusah payah meninggalkanmu, membiarkan waktu menatapku lemah. Terimakasih sudah mengisi hatiku selama 2 tahun ini. Terimakasih sudah membiarkan aku menjadi penganggum rahasiamu selama 2 tahun ini. Dan terimakasih sudah membuatku sulit untuk meninggalkanmu dengan benar-benar. Ya, kadang aku bicara ‘aku sudah melupakannya’ namun hatiku masih tak menentu dibuatnya, bahkan sampai saat ini, mungkin. Tak ada yang membuatku jatuh cinta setelahmu, selama masa SMK-ku.

Dan inilah akhir dari kisah putih abu-abu-ku. Beberapa hari lagi adalah hari dimana aku dan kalian harus berjuang, Ujian Nasional sudah didepan teman. Dan bukannya hari itu akan menjadi hari yang menyadarkan kita tentang telah banyak hari yang aku lalui bersama kalian? Mungkin hari itu akan menjadi hari awal untuk sebuah perpisahan diantara kita? Hari itu yang akan menyadarkan aku bahwa keinginanku menggunakan seragam putih abu-abu sudah berlalu selama 3 tahun yang lalu. Hari itu seakan gerbang yang harus kita lalui untuk hari-hari selanjutnya.

Teman, terimakasih sudah mengisi hari hari di masa putih abu-abu ini. Terimakasih sudah menciptakan kenangan dalam sebuah seragam—kita. Semoga kalian selalu sukses, semoga kalian selalu bahagia, dan semoga Tuhan selalu memberikan apapun yang terbaik, membuatmu menjadi bahagia meski dalam sebuah kesederhanaan.
Dan disinilah aku berada sekarang, beberapa langkah dari sebuah gerbang yang menjadi pemisah jalan kita. Tapi, jalan yang berbeda bukanlah alasan untuk kita tak berkomunikasi lagi, kan? Dan sedikit lagi, sebuah buku dalam hidup yang berisi tentang kalian akan tertutup, buku yang akan ku beri judul “Tentang kalian dan putih abu-abu.” Dan kini, biarkan lembaran-lembaran terakhir terisi dengan kenangan pemanis, menutup segala kejadian yang lalu dengan sebuah tangis kemenangan kita bersama. Aamiin. Dan apapun nanti yang terisi di lembaran terakhir buku ini, kalian akan tetap menjadi kenangan. Kenangan yang mempunyai tempat sendiri untuk tempat kalian, takkan ada yang bisa menggantikan tempat kalian, meski halnya lebih indah dari kenangan kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.