Jumat, 29 Agustus 2014

Event Menulis Pena Meta Kata

Selamat malam, teman-teman blogger.

Malam ini saya ingin memberitahu kalian semua tentang event menulis yang diadakan oleh Pena Meta Kata. Event ini mencari FF dan puisi dalam tema Love Triangle ataupun Forbidden Love. Untuk setiap temanya akan diambil 20 FF dan 30 puisi yang akan dibukukan.


Untuk mengikuti event ini, silakan menyimak persyaratan sebagaik berikut:

1. Lomba terbuka untuk umum.
2. Lomba dibuka dari tanggal 20 Agustus sampai dengan 14 September 2014 (pukul 23:59 WIB).
3. Membagikan info lomba ke minimal 20 teman facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).Membagikan info lomba ke minimal 20 teman facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).
4. Like FB FansPage Penerbit Meta Kata (Disini) follow twitter @MetaCreativePro (disini), dan bergabung dalam grup FB Pena Meta Kata (disini).
5. Info seputar lomba akan di-posting di FB FansPage, twitter, dan grup FB yang dikelola Meta Kata.
6. Naskah dalam bentuk:Naskah dalam bentuk:

Rabu, 20 Agustus 2014

Writing from the heart.


‘Kerjakanlah sesuatu yang kau suka dengan hatimu, maka pekerjaan itu akan sampai ke hati yang melihatnya’


Entah dari siapa kalimat itu saya dapat pertama kali, meskipun saya lupa siapa yang mengucapkannya, tapi saya tidak pernah melupakan kalimat itu. Berpegang teguh dengan kalimat itu membuat saya melakukan segala hal dengan keinginan hati saya, menentukan apa yang ingin saya bagi dengan kalian semua—para pembaca—yang selalu bersedia mampir ke blog saya, merangkai kata-kata yang akhirnya saya sembahkan untuk kalian, menentukan apa yang ingin saya lakukan dalam sehari-hari, menentukan kemana saya akan melanjutkan pendidikan saya setelah saya lulus SMK, jurusan apa yang saya akan pilih disaat saya kuliah dan menentukan siapa yang saya ingin cintai. Ya, saya lakukan semua berlandasan dengan hati saya, keinginan saya, bukan karena paksaan orang disekeliling saya.

Begitu pula dengan menulis. Tulislah apapun yang hati kamu ingin sampaikan kepada para pembaca-mu, apapun itu, amarahmu, kekesalanmu, kesedihanmu atau kamu yang sedang bahagia. Tulislah dilandasi hatimu. Jangan pernah menulis karena terpaksa. Bukankah yang terpaksa itu tidak pernah enak akhirnya? Begitu juga dengan menulis.

Gantung

“Kita ini apa Ki?” Akhirnya pertanyaan itu terucap dari bibir Nadya yang sedari tadi hanya terbungkam memperhatikan lelakinya yang sibuk dengan laptopnya.

Riki tertawa, ia menatap perempuannya yang sudah tak dihiasi senyuman—yang biasanya selalu ia hadirkan kala bersama Riki. “Kita?” Riki mengangkat alis kanannya, “Ya, kita seperti ini.” Jawabnya dengan sangat santai. Inilah Riki yang ia cinta, lelaki yang tak pernah mau mengambil serius untuk sebuah urusan yang ia anggap sepele.

“Seperti ini bagaimana?” Nadya masih menuntut jawaban yang ingin ia dengar. “Apa kita akan selalu seperti ini?”

Riki meletakkan laptopnya dimeja, ia menatap perempuannya yang tak menghiraukan tatapannya. Ia sedang menahan segala perasaannya, ia tak ingin menumpahkan segalanya disini, disebuah restoran kesukaan mereka.

Selasa, 12 Agustus 2014

I'm Fine.

Kita memang tidak pernah tahu kapan datangnya sebuah cinta. Kita memang tidak pernah tahu akan kepada siapa cinta ini akan bermuara akhirnya. Kita memang tidak akan pernah tahu bagaimana cerita perjalanan cinta kita. Kita memang tidak pernah tahu akan berakhir seperti apa cerita cinta ini, sedih atau bahagiakah, dicinta atau hanya mencintakah.

Hari ini, entah sudah hari ke-berapa aku terus memikirkannya, mencuri pandang kepadanya, menantinya datang dengan ramah kepadaku. Aku tidak tahu kenapa dia selalu hadir disela-sela kesibukanku, aku tidak pernah mengerti awal mula aku mulai memikirkannya tanpa henti. Aku hanya tahu, saat dia mulai tak aku lihat, ada sesuatu yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku mulai mencarinya.

“Dia? Cowok yang jarang masuk? Cowok yang kerjaannya cuma bengong-bengong dikelas?” Aku sudah sangat hafal dengan pertanyaan yang ditanyakan Rita ini. “Banyak laki-laki yang lebih ganteng dibanding dia, banyak lelaki yang lebih baik dibandingin dia. Disekolah ini lebih banyak yang rajin sekolahnya, Shin… Terus kenapa harus dia?”

Kamis, 07 Agustus 2014

Jatuh Cinta

Tetesan air hujan perlahan-lahan mulai membasahi halaman rumahnya, langit sore yang sedari tadi sudah mendung pun semakin lama semakin menangis dengan deras. Udara sore ini sangat dingin untuk seorang gadis yang sedang berdiri didepan jendela kamarnya. Ia memandangi air yang turun dari langit, mencoba meresapi wewangian khas tanah yang dibuatnya, menikmati suara tetesan air hujan diatas gentingnya.

Hujan masih terus membasahi sorenya, menambah kesan galau untuk setiap insan yang sedang patah hatinya, begitu pula Reni, gadis yang sedari tadi hanya memperhatikan air hujan dengan rasanya yang tak menentu. Gadis yang baru saja mengenal lelaki, gadis yang baru merasakan indahnya hidup dalam rasa cinta, gadis yang akhirnya merasakan sakitnya cinta. Ia lupa tentang satu hal yang seharusnya selalu ia ingat, ketika kamu jatuh cinta maka nikmatilah, rasakan indahnya bernafas dengan cinta. Tapi jangan lupakan tentang perih yang mungkin akan mengambil posisinya dalam cinta.

Minggu, 03 Agustus 2014

Diary Gladis Part 2

Jumat, 24  September 2010

Hari ini aku harus melalui hari yang baru, masih dengan hati yang sama, masih dengan cinta yang sama, masih dengan buku yang belum kunjung aku selesaikan, entah, akhir-akhir ini aku seperti malas untuk membaca setiap kata-kata yang terangkai dengan apik-nya di setiap buku itu. Hari ini aku masih harus bangun pagi demi tak berdesak-desakan dalam angkutan umum. Masih harus berjalan ke depan gang demi mendapatkan angkutan umum yang melewati depan sekolahku. Dan aku masih harus menempuh perjalanan ke sekolah dengan angkutan umum.

Ya, hari ini semuanya masih sama, tapi ternyata, ada yang sudah berbeda. Lelaki yang selama ini aku tatap secara diam-diam kini sudah berbeda, ia tak lagi sendiri. Ia tak lagi dengan bebas aku tatap, kini ada sepasang bola mata yang mengintaiku saat aku mulai berlama-lama memandang kearahnya. Kini selalu ada perempuan yang setia menemaninya untuk berpanas-panasan latihan futsal, kini ada perempuan yang memasang wajah tak suka saat banyak mata yang memperhatikan kearah lelakinya, meski sebenarnya lebih banyak yang menatapnya tak suka saat tahu dia adalah kekasih Rio. Mereka cemburu.