‘Kerjakanlah sesuatu yang kau
suka dengan hatimu, maka pekerjaan itu akan sampai ke hati yang melihatnya’
Entah dari siapa kalimat itu saya
dapat pertama kali, meskipun saya lupa siapa yang mengucapkannya, tapi saya
tidak pernah melupakan kalimat itu. Berpegang teguh dengan kalimat itu membuat
saya melakukan segala hal dengan keinginan hati saya, menentukan apa yang ingin
saya bagi dengan kalian semua—para pembaca—yang selalu bersedia mampir ke blog
saya, merangkai kata-kata yang akhirnya saya sembahkan untuk kalian, menentukan
apa yang ingin saya lakukan dalam sehari-hari, menentukan kemana saya akan
melanjutkan pendidikan saya setelah saya lulus SMK, jurusan apa yang saya akan
pilih disaat saya kuliah dan menentukan siapa yang saya ingin cintai. Ya,
saya lakukan semua berlandasan dengan hati saya, keinginan saya, bukan karena
paksaan orang disekeliling saya.
Begitu pula dengan menulis. Tulislah
apapun yang hati kamu ingin sampaikan kepada para pembaca-mu, apapun itu,
amarahmu, kekesalanmu, kesedihanmu atau kamu yang sedang bahagia. Tulislah
dilandasi hatimu. Jangan pernah menulis karena terpaksa. Bukankah yang terpaksa
itu tidak pernah enak akhirnya? Begitu juga dengan menulis.
Menulis menurut saya seperti kita
sedang menggali apa yang kita rasakan sebenarnya, kamu bisa berkata A kepada
temanmu meski kamu sedang merasakan B, tapi jika kamu menulis, apa kamu bisa
menulis B saat hatimu mengatakan A? Coba saja, kalau tidak akhirnya tulisanmu
akan tidak fokus dan kesannya tertuju kepada A. Ya, secara tidak langsung,
dengan menulis kamu belajar untuk tidak membohongi dirimu sendiri. Hatimu,
terlebihnya.
Bagaimana agar bisa menciptakan
sebuah tulisan yang bagus? Bagaimana membuat para pembaca senang membaca
tulisan kita? Jujur, sampai saat ini saya tidak pernah tahu bagaimana membuat
para pembaca bisa suka dengan tulisan saya. Saya selama ini hanya menulis
segala yang saya rasa, tidak pernah berfikir ada yang membacanya atau tidak,
ada yang mengomennya atau tidak. Mungkin, kamu hanya perlu menjadi dirimu
sendiri saat menulis, tidak perlu mengikuti gaya penulis yang sudah menerbitkan
buku-buku best seller, kamu hanya perlu menjadi dirimu. Dan lagi-lagi, hati
akan tahu apa yang pantas untuk jatuh dihati.
Peka-lah terhadap lingkunganmu,
terhadap perasaanmu, dengan begitu kamu akan tahu apa yang sebenarnya ingin
kamu tulis, kamu tahu apa yang tiba-tiba ingin kamu sampaikan. Dan setelah kamu
memulai untuk menulisnya, kamu akan menikmati setiap kata-kata yang kamu tuliskan
tanpa kamu kehendaki. Akhirnya, kamu tidak menyadari bahwa kamu sudah
menuliskan sebuah artikel yang berasal dari hatimu.
Terlalu berat nggak sih bicara
hati mulu dari tadi?
Dari ke-sok-tauan saya diatas,
saya ingin menutup tulisan saya dengan ke-sok-tauan saya yang berikutnya;
Hanya kamu yang tahu apa yang
ingin kamu sampaikan sebenarnya, hanya kamu yang tahu apa yang akan kamu tulis
sebenarnya, mungkin orang lain bisa menjiplak tulisanmu, tapi hatimu tidak, dia
tidak pernah bisa menjiplak apa yang ada dihatimu. Hatimu, idemu hanya milikmu.
Jadi, gunakanlah hatimu untuk
menyentuh hatinya, errr maksudku pembacamu;)
Jika ada kritik dan saran untuk
ke-sok-tauan saya diatas, akan saya terima dengan senang hati. Semoga kita bisa
terus menuliskan segala hal yang ingin kita tulis, terus berkarya karena
karya-mu yang akan membuat kau takkan pernah terlupakan.
Jakarta, 20 Agustus 2014.
Salam dari seorang cewek yang
ingin terus menulis.
Fanny Saufina Nurul Jannah.
semoga dengan menulis dapat melihat manfaatnya dan terus menulis lebih baik lagi yaa :D
BalasHapusHehehe iya kak, aamiin;-) Terimakasih udah berkunjung ya:-)
Hapus