Jumat, 06 Februari 2015

Teruntukmu yang berulangtahun hari ini.

HAPPY BIRTHDAY TO YOU.... HAPPY BIRTHDAY TO YOU..... HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY TO YOUUUUU...........

Teruntuk kamu yang lahir pada tanggal 6 Februari di 19 tahun yang lalu, Fernando Rizky Romadhon Firdaus. Selamat Ulangtahun, ndo.

19 tahun yang lalu, seorang wanita sedang bertaruh nyawa untuk melihat buah cintanya yang akan segera menambah kebahagiaan keluarga kecilnya. 19 tahun yang lalu, ada suara tangis bayi perempuan dan lelaki yang belum mengerti tentang dunia sesungguhnya dan disanalah sebuah senyum kebahagian mulai mengembang. Ketika kamu mulai hadir, seorang lelaki sedang berjanji, untuk membahagiakanmu, merawatmu, membesarkanmu, memenuhi segala kebutuhanmu, saat itu ia tidak lagi hanya memikirkan dirinya atau perempuan yang ia cintai, namun, saat itu ia lebih memikirkanmu, tentang hidupmu kelak. Saat hati seorang pria sedang berjanji, disana ada juga perempuan yang rela menyampingkan egonya untuk hidup, tak memperdulikan betapa sakitnya kala kau hendak keluar. Saat itu, yang ia inginkan, hanya mendengar suara tangisan bayi kembarnya. Dan saat suaramu mulai terdengar, lengkap sudah semua kebahagiannya, kebahagiaan sepasang suami istri, kebahagiaan keluarga besarnya.

19 tahun yang lalu, kamu hanya bayi lelaki dari dua bayinya. Bayi yang belum mengerti apapun tentang kehidupan, bayi yang tidak tahu jika ada perempuan yang akhirnya jatuh sakit sehabis melahirkanmu.


Namun, waktu berputar dengan sangat cepat, kamu yang dahulunya hanya seorang bayi lelaki yang lucu, kini sudah beranjak menjadi seorang perjaka. 19 tahun kini usiamu, usia dimana setahun lagi kamu akan menginjak usia kepala dua. Menurutku, diusia ini seharusnya adalah masa transisimu. Waktumu yang hanya diisi untuk bermain sudah habis, kini kamu sudah bukan anak yang baru lahir kemarin. Segala tanggung jawab seharusnya sudah bisa kamu penuhi. Sudah lewat masa kala kamu hanya sibuk dengan duniamu, ingatlah disini ada sepasang suami istri yang selalu berdoa untukmu, selalu berharap akan tersenyum kala kau bahagia. Mereka tidak pernah meminta uang jerih payahmu, bukan? Hanya saja, seorang perempuan menyebalkan ini, selalu memalakmu kala kau sedang punya uang. Karena, yang mereka inginkan, kau hanya mampu belajar untuk menyambung hidupmu mulai dini,

Selamat tanggal lahirmu yang ke 19 kalinya, tak inginkah kau mengucapkan hal yang sama kepadaku? Haha. Aku hanya bercanda. Kita bukan dari keluarga yang dapat dengan mudah mengucapkan apa yang kita rasa, bahkan sekedar ucapan selamat ulangtahun pun rasanya sungkan. Tapi, percayalah, akan selalu ada doa yang diucapkan Ibu dan Ayah untuk kita, dariku untukmu, atau darimu untuk aku. Aku yakin itu.

Seperti yang tadi aku bilang, rasanya, sudah cukup waktumu bermain-main. Semoga ditahun ini, kita lebih dewasa, bisa lebih sayang menyayangi satu sama lain, semoga kita lebih taqwa kepada Allah, lebih rajin menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Semoga ditahun ini, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan, meraih cita-cita kita. Dan yang terpenting, kita bisa membahagiakan Ayah dan Ibu, selanjutnya keluarga besar kita. Aamiin. Khusus untukmu, semoga bisa lebih rajin kerja dan menghasilkan uang yang banyak dan rajin membagi kembaranmu ini uang jajan.

Semoga kita bisa lebih menjadi saudara kembar yang kompak. Semoga tidak ada sikap kita yang akhirnya membuat Ayah dan Ibu kecewa, karena, seandainya kau tahu, kini aku sangat ingin membahagiakan mereka. Aku tahu, kaupun juga ingin seperti itu. Kita baru saja merasa kehilangan, sedikit penyesalan kala Mbah sudah terlanjur pergi ketika aku belum bisa membahagiakannya. Apa kau juga begitu? Tidak perlu larut untuk disesali, ia sudah bahagia kini. Setidaknya, jangan melakukan kesalahan yang sama, semoga kita belajar dari yang sudah-sudah, ya.

Jakarta, 6 Februari 2015.

Kembaranmu,



Fanny.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak didalam kolam komentar, agar saya dapat berkunjung ke alamatmu.